JEMBER, PETISI.CO – Banyaknya jalan yang rusak dan berlubang di beberapa wilayah se-Kabupaten Jember, yang masih belum diperbaiki hingga kini, membuat puluhan aktivis Jember, melakukan aksi turun jalan di depan DPRD Jember, Senin (10/4/2017).
Para demonstran menganggap DPRD Jember tidak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. “Masak 50 anggota DPRD kalah dengan pemikiran seorang Faida,” tegas Koordinator Aksi, Anggoro Stiawan.
Menanggapi tuntutan para demonstran, anggota Komisi C Anang Murwanto mengatakan, terlambatnya pembahasan APBD berimplikasi telatnya pembayaran gaji, jalan dan lainnya.
“Kita ini secara konstitusional sudah melakukan tahapan itu. Termasuk aspirasi terkait fenomena jalan berlubang,” ungkapnya.
Perihal banyaknya jalan yang ditambal oleh masyarakat atas dasar swadaya masyarakat adalah suatu bentuk tanggung jawab mereka untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Kalau ini, disalahkan kita juga mengkritisi kebijakan bupati, sebab itu adalah suatu bentuk tanggung jawab pemerintah,” terangnya.
Menurut Anang, kesadaran masyarakat menutup lubang jalan tersebut hanya untuk jangka pendek. Jadi, pertimbangan masyarakat untuk keselamatan pengguna jalan.
“Kita mendukung apa yang dilakukan masyarakat walaupun sifatnya masih dalam tahap jangka pendek,” ucapnya.
Masih kata Anang, permasalahan tersebut, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dan seharusnya segera ditanggapi. Dalam hal ini, untuk tekhnisnya yaitu Dinas PU Bina Marga.
Menyangkut perencanaan dan penganggaran sudah disetujui dan dievaluasi, bahkan sudah dilounching.
“547 paket pemeliharaan jalan maka tindak lanjutnya akan kita undang PU Bina Marga. Termasuk UPT Bina Marga Provinsi untuk mengetahui mana domain yang jadi urusan pemerintah daerah yang akan diperbaiki tahun ini,” jelasnya.
“Kita tidak bisa menggaransi secara penuh apa yang menjadi aspirasi teman-teman,” tambah Anang. Menurutntya, selama ini teman-teman sudah mengamati bagaimana usaha DPRD dalam memperingatkan pemerintah.
Namun, ketika Anang melanjutkan perkataannya koordinator aksi Anggoro tiba-tiba berdiri dan meminta semua perwakilan yang ada di ruangan untuk keluar.
“Usaha DPRD sudah maksimal, jadi untuk apa kita masih ada disini, semuanya keluar,” teriak Anggoro.(yud)







