Lamongan, petisi.co – Program super prioritas Jalan Mantap dan Alus (Jamula) milik Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, proyek rekonstruksi jalan di Ruas Gampang-Peti’in, Kecamatan Solokuro, terpantau sudah mengalami kerusakan berupa keretakan memanjang di beberapa bagian, meski proses pengerjaan baru berjalan hitungan minggu.
Berdasarkan data dari papan informasi proyek, pekerjaan ini dikerjakan oleh CV Bintang Galaxy dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.675.048.000. Proyek yang dimulai sejak 12 Maret 2026 ini dijadwalkan selesai dalam 120 hari kalender. Namun, belum juga genap satu bulan dari tanggal dimulainya kontrak, kondisi fisik jalan beton tersebut sudah mulai memprihatinkan.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan, terlihat retakan cukup signifikan yang membelah permukaan beton. Di beberapa titik, beton masih ditutupi kain terpal/penutup basah, menandakan beton tersebut sebenarnya masih dalam masa perawatan (curing).
Selain itu juga sambungan pekerjaan segmen 1 dan segmen 2, terlihat jelas ada perbedaan ketinggian permukaan jalan sekitar 4 cm.
Munculnya retakan pada beton yang masih sangat muda ini memicu pertanyaan terkait kualitas campuran material maupun pemadatan lahan dasar sebelum pengecoran.
Warga sekitar dan pengguna jalan mulai menyuarakan kekecewaannya. Mengingat anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah, masyarakat berharap hasil pembangunan bisa bertahan lama, bukan justru rusak sebelum sempat diresmikan secara penuh.
“Sangat disayangkan, uang rakyat miliaran rupiah tapi hasilnya seperti ini. Belum juga dipakai lama sudah retak. Kami minta dinas terkait segera turun tangan mengecek kualitas kerja kontraktornya,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.
Sebagai informasi, rekonstruksi jalan ini dibagi menjadi dua segmen. Segmen I dengan volume Panjang 365 m x Lebar 4 m dan Segmen II, Panjang 377 m x Lebar 4,5 m.
Dikonfirmasi, pihak Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, melalui sekretaris Dinas, Siti Yulkhah menyampaikan akan memberikan teguran kepada pihak pelaksana.
“Akan kami lakukan teguran terhadap pelaksana untuk melakukan perbaikan terhadap kegiatan tersebut. Hal ini karena masih proses pelaksanaan pekerjaan,” ujar Yulkhah, melalui pesan WA, Kamis (23/4).
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV Bintang Galaxy belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keretakan dini pada proyek jalan tersebut. (yus)







