Bukan Soal Melanggar Aturan, Arjuna Ungkap Alasan Pasar Krukah Tumpah

oleh -1 Dilihat
oleh
Anggota DPRD Kota Surabaya, Arjuna Rizki (kaos hitam), sidak kondisi pedagang Pasar Krukah.

Surabaya, petisi.co – Fenomena pasar tumpah di kawasan Pasar Krukah, Kelurahan Ngagel Rejo, kembali menjadi sorotan.

Namun, di balik keramaian yang memakan bahu jalan, ada fakta mendasar yang jarang dilihat pedagang bukan sekadar melanggar aturan, melainkan mencari cara untuk bertahan hidup.

Menurut pengamatan, kondisi pasar yang dianggap kumuh, tidak terawat, dan sudah tidak layak menjadi alasan utama para pedagang memilih berjualan di luar area pasar.

Mereka beralasan, lokasi di luar lebih strategis dan terlihat “hidup”, sehingga lebih mudah menarik minat pembeli.

Pasar Krukah sendiri berada di antara RW 5, 8, dan 9, dengan mayoritas pedagang merupakan warga sekitar. Aktivitas ekonomi di sini sangat lokal dan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Arjuna Rizki, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat secara sepihak. Penyelesaiannya tidak bisa hanya dengan pendekatan represif, melainkan harus melihat akar masalahnya.

“Jangan hanya melihat PKL-nya yang keluar ke jalan, tapi lihat kenapa mereka keluar. Kalau kondisi pasar tidak layak, kumuh, dan tidak menarik pembeli, wajar mereka mencari ruang yang lebih hidup. Ini bukan semata pelanggaran, tapi refleksi dari kurangnya perhatian terhadap fasilitas pasar,” ujar Arjuna, Jumat (1/5/2026).

Politisi PDIP ini menilai, jika penertiban dilakukan tanpa pembenahan terlebih dahulu, hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya. Pedagang bisa kehilangan penghasilan, namun aktivitas ekonomi tidak akan hilang, hanya akan berpindah ke tempat lain.

Oleh karena itu, Arjuna mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk mengutamakan program revitalisasi pasar sebagai solusi utama. Perbaikan infrastruktur, penataan zonasi, hingga manajemen kebersihan harus menjadi prioritas agar pedagang mau masuk kembali secara sukarela, bukan karena paksaan.

“Kalau pasarnya layak, bersih, dan nyaman, pedagang tidak perlu disuruh, mereka akan kembali sendiri. Tugas pemerintah adalah menghadirkan tempat yang pantas untuk mereka mencari nafkah,” tegasnya.

Selain soal fisik bangunan, Arjuna juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis. Baginya, pedagang bukanlah masalah yang harus diselesaikan, melainkan mitra yang menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Pasar Krukah dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar lingkungan yang kuat karena berbasis pada warga sendiri. Dengan penataan yang tepat, pasar ini bisa menjadi contoh bagaimana ketertiban kota dan kesejahteraan pedagang bisa berjalan beriringan.

“Intinya, jangan buru-buru menertibkan sebelum membenahi. Fasilitas diperbaiki, pedagang dilindungi, ekonomi warga terjaga,” pungkas Arjuna.(joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.