Surabaya, petisi.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan sesi I dan ditutup menguat 0,24 persen ke level 8.972,11. Penguatan tersebut terjadi saat IHSG sempat menguji kembali area 9.000. Dalam hal ini, penguatan didorong oleh reli sejumlah saham komoditas, khususnya emiten emas dan logam.
Sejak pembukaan, IHSG menunjukkan bias positif setelah dibuka di 8.967,72. Secara intraday, indeks sempat menyentuh level tertinggi 9.058,04, namun kemudian penguatannya terpangkas dan sempat turun ke level terendah 8.957,68 sebelum kembali stabil di akhir sesi I.
Di sisi likuiditas, aktivitas transaksi juga terpantau ramai. Nilai transaksi pada sesi I dilaporkan mencapai sekitar Rp20,94 triliun dengan volume perdagangan 334,4 juta lot.
Penguatan IHSG pada sesi I ini terutama disokong oleh kenaikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Dalam catatan Bloomberg Technoz, EMAS menguat 17,41 persen ke level Rp7.250 per saham pada perdagangan siang.
Sementara itu, ANTM menjadi salah satu motor penggerak utama di kelompok saham berkapitalisasi besar. Mengacu data RTI, harga saham ANTM pada sesi pertama tercatat naik 12,82 persen ke Rp4.840 per saham, dengan rentang pergerakan harian Rp4.400–Rp4.970 serta nilai transaksi sekitar Rp1,8 triliun.
Dari sisi sektoral, penguatan pasar turut ditopang oleh sektor bahan baku/basic industry yang memimpin kenaikan (disebut naik sekitar +4,47 persen), sementara sektor perindustrian menjadi penekan terdalam (sekitar -1,59 persen).
Di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung beragam, IHSG tetap bertahan menguat pada sesi I. Dalam daftar penggerak LQ45, ANTM, AMMN, dan DSSA tercatat berada di jajaran top gainers sesi pertama. (dvd)





