Bupati Mursini Canangkan Gernas Baku Tingkat Kabupaten Kuansing

oleh
Bupati Mursini Canangkan Gernas Baku Tingkat Kabupaten Kuansing.

KUANSING, PETISI.CO – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Drs. H. Mursini, M.Si mencanangkan Gerakan Nasional Membacakan Buku (Gernas Baku) terhadap anak usia dini tingkat Kabupaten Kuansing. Gernas Baku Sabtu (5/5/ 2018)  juga dicanangkan secara nasional.

Hadir pada saat pencanangan yang dipusatkan di Pendopo Limono Teluk Kuantan tersebut, Sekda Dianto Mampanini, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Azhar Ali,  Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jupirman, Ketua Himpaudi Kuansing Yuni Warti Halim, Kabag Humas dan Protokoler Muradi dan murid Paud dan TK se Kecamatan Kuantan Tengah.

Bupati Kuansing Mursini menyebutkan, Gernas Baku merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan nasional.

Pendidikan anak usia dini, kata Mursini, merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam membangun sumberdaya manusia. Karena masa usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak untuk memperoleh pendidikan.

Periode tersebut, lanjut Bupati, saat yang paling berharga bagi anak untuk mengenali fakta di lingkungan dan membantu perkembangan kepribadian dan sosial emosional anak.

“Masa emas itu hanya datang satu kali yang dimulai dari usia nol sampai enam tahun, yang sekarang kita sebut pendidikan anak usia dini. Maka janganlah kita sia-siakan masa tersebut,” ujar Mursini mengingatkan.

Dikatakannya juga, bahwa gernas baku merupakan gerakan mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan peran dan minat baca anak melalui pembiasaan dirumah, di lingkungan pendidikan dan di masyarakat.

Melalui gernas baku diharapkan anak Indonesia akan mau membaca dibandingkan menonton televisi, main game, handphone, atau sejenisnya yang disebut gadget.

“Karena itu saya menghimbau kepada orang tua untuk meluangkan waktu membacakan buku untuk anak sesuai sesuai dengan perkembangan anak kita,” ajak Bupati kembali mengingatkan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuansing Jupirman menambahkan begitu pentingnya pendidikan terhadap anak usia dini telah diatur melalui UU No 20 Tahun 2003 Bab 1 ayat 1 tentang pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.

Kontribusi ayah bunda di dalam sangat penting perannya dalam menumbuhkan minat baca anak. “Kontribusi ayah bunda dalam pengasuhan dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak-anak dan ini dimulai sejak dini,” ujar Jupirman.

Sementara itu Ketua Himpaudi Kuansing Yuni Warti Halim menambahkan dengan banyak membaca, dapat membuka jendela dunia karena dengan membaca akan memperluas wawasan, meningkatkan daya pikir dan kemampuan seseorang. “Karena orang yang banyak membaca ilmunya akan lebih tinggi dan pengetahuannya akan lebih luas.(gus)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.