Surabaya, petisi.co – Krisis perumahan di Surabaya, khususnya untuk rumah terjangkau, masih menjadi tantangan besar. Meskipun terdapat 23 rusunawa dengan total 5.233 unit, antrean pendaftar telah mencapai 14.000 pada Maret 2025.
Menyikapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Cak YeBe) mengusulkan pembangunan hunian vertikal terintegrasi pasar sebagai solusi alternatif.
Usulan ini muncul setelah kunjungan kerja Pansus Hunian Layak ke Jakarta, yang melihat suksesnya konsep hunian vertikal terintegrasi pasar di Pasar Rumput. Konsep ini, menurut Yona bisa diadopsi di Surabaya, dengan merevitalisasi pasar-pasar tradisional seperti Pasar Keputran, dan membangun rusun di atasnya.
“Rusunawa pasar rumput Jakarta, dibawahnya 3 lantai merupakan pasar sedangkan lantai 4 sampai 25 berupa rumah susun yang isinya 1.984 unit,” ujar Yona pada Kamis (9/7/2025).
Pemkot Surabaya memiliki pasar Tambakrejo dimana di atasnya digunakan sebagai Kaza Mal dan hotel Palm Park, juga pasar Wonokromo yang terintegrasi dengan Darmo Trade Center diatasnya.
Legislator partai Gerindra ini mengusulkan revitalisasi pasar Keputran atau pasar pasar lainnya, agar fungsinya terintegrasi antara pasar dan hunian Rusunawa, sebagai alternatif memenuhi kebutuhan hunian di Surabaya.
“Yang pasti dengan konsep begini maka selain untuk memenuhi kebutuhan akan rumah, maka pasar yang ada akan tambah ramai, karena penghuninya belanja dipasar tersebut,” ujar Cak YeBe
Ia mengingatkan statement walikota yang menyatakan, Surabaya ini tidak bisa saya bangun sendiri, Surabaya harus dibangun bersama sama, maka dari itu pansus mengundang pihak swasta yaitu REI, Apersi dan YKP, untuk bersama sama dilibatkan dalam menyikapi itikat baik wali kota.
“Tentunya yang terpenting keterbukaan dari Pemkot dengan memberikan ruang kepada para pengembang kita,” tegasnya.
Cak YeBe mengkritisi program Pemkot yang terasa bagus, namun terdapat satu hal yang sering dilupakan yaitu kekuatan publikasi dan promosi awak media.
“Mari kita libatkan unsur jurnalisme media, dalam rangka publikasi promosi, ajak mereka, dorong untuk lebih sering mempublikasikan, aset aset milik Pemkot,” pungkasnya. (joe)







