PETISI.CO
Suasana acara debat terbuka yang diselenggarakan KPU Kabupaten Malang di Gedung DPRD.
PILKADA

Debat Terbuka Cabup II Jadi Ajang Paslon Adu Visi dan Gagasan

MALANG, PETISI.CO – Debat Terbuka II paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati Malang kian memanaskan suasana debat dan menampakkan gigi masing-masing paslon beradu gagasan seputar pembangunan di wilayah Kabupaten Malang, Jumat (20/11) malam.

Debat terbuka putaran kedua yang diselenggarakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang dilaksanakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jalan Panji Kepanjen, Kabupaten Malang disiarkan secara live di beberapa televisi nasional maupun lokal dan lima radio lokal.

Debat terbuka kedua ini dihadiri 3 paslon, antara lain paslon nomer urut 1 SanDi (Sanusi-Didik) paslon nomer urut 2 Ladub (Latifah-Didik) dan paslon nomer urut 3 Sam HC (Hari Cahyono-Handoko) dari jalur independent (perseorangan).

Tema debat terbuka kedua, KPU mengambil tema Pembangunan untuk dijadikan pertanyaan kepada para kandidat atau paslon.

Diawali dengan pembukaan oleh Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, debat terbuka kedua ini juga sama waktunya seperti acara debat sebelumnya, diawali pada pukul 19.00-21.00 WIB.

Peraturannya pun sama, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat dari sebelumnya.

Hal itu wajib dilakukan untuk mencegah penularan pandemi Covid-19 dengan akses terbatas masuk gedung tempat acara.

Dalam sambutannya Anis, panggilan akrabnya menyampaikan, salam kepada para kandidat paslon 1-2-3 yang sudah hadir, Bawaslu dan para panelis, LO maupun pendukung masing-masing paslon yang berjumlah tidak lebih dari empat (4) perwakilan pendukung yang diizinkan masuk di acara debat publik sesuai aturan KPU.

“Pasangan calon putaran kedua pada malam hari ini dengan mengangkat tema pembangunan merupakan fasilitasi dari KPU Kabupaten Malang yang bertujuan bagi pasangan calon menyampaikan langkah-langkah logis nyata atas program kerja yang merupakan pelaksanaan atau wujud dari kesimpulan,” beber Anis.

Lebih lanjut Anis meneruskan, bagi pemilih merupakan kesempatan untuk menerima informasi secara menyeluruh.

Kemudian merupakan kesempatan untuk menilai mereka dengan catat janji-janji politik yang ditawarkan yang dijanjikan oleh pasangan calon yang mana nantinya bisa di pakai ketika mereka terpilih menjadi pemimpin Kabupaten Malang.

“Mewujudkan pemilihan yang sehat dan bermartabat untuk menghasilkan pemimpin yang jujur dan berintegritas. Mari kita saksikan bersama-sama debat terbuka ke dua pada malam hari ini yang mudah-mudahan berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi kita semua,” terangnya.

Di waktu yang sama para kandidat mulai menyampaikan visi dan misi paslon satu persatu selama 3 menit secara bergiliran berkenaan dengan pembangunan Kabupaten Malang.

Paslon nomor urut 1, apabila menjadi bupati nantinya mengawali pembangunan dengan Sumber Daya Manusianya atau diri sendiri dilanjutkan membangun ekonomi, pertanian, industri, pariwisata, perikanan.

Paslon nomor urut 2, apabila menjadi bupati akan membangun potensi perikanan, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pariwisata, penyerapan tenaga kerja, infrastuktur dan peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang dengan membuat kartu tani bangkit kartu tani nelayan kartu bangkit peternak kartu usaha mikro kartu bedah rumah.

Paslon nomor urut 3, mewujudkan kebutuhan dasar yakni kesehatan dan pendidikan gratis, ketersediaan dan kesetabilan harga pupuk dan harga panen, pembuatan KTP dan kependudukan selesai di desa, penyediaan lapangan kerja, modal usaha dan pasar bagi umkm mewujutkan iklim investasi yang sehat.

Di akhir acara debat terbuka panitia memberikan kesempatan kepada para paslon untuk menyampaikan kata penutup. (clis)

terkait

PCNU Lamongan: Kalau Bapaknya Pilih KarSa, Anaknya Pun Harus Pilih KarSa

redaksi

Cegah Covid-19, Rapid Test Wajib Dilakukan Paslon dan Tim Pilkada

redaksi

Pemasangan APK Cawali Surabaya di Pohon-pohon Harus Ditertibkan

redaksi