PETISI.CO
Prof. Syamsul Maarif, Guru Besar Sosiologi Kebencanaan Universitas Pertahanan.
PENDIDIKAN

Dengan Kesiapsiagaan Meningkatkan serta Menjadi Tangguh Menghadapi Serangan Virus Corona

SURABAYA, PETISI.CODengan kesiapsiagaan diharapkan kesadaran publik akan meningkat serta dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi serangan virus corona daripada masa sebelumnya. Hal ini disampaikan Prof. Syamsul Maarif, Guru Besar Sosiologi Kebencanaan Universitas Pertahanan sebagai keynote speaker Webinar Internasional dengan mengangkat tema ”Kolaborasi Pentahelix Menuju New Normal”, Sabtu (20/06).

Webinar Internasional digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Dr. Soetomo (FIA Unitomo) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim dan Pusat Penelitian & Pelatihan Indonesia Tangguh (PUSPPITA) serta Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Jatim dilaksanakan secara Daring atau online menggunakan zoom meeting sebagai media pertemuan.

“Untuk bisa tangguh, semua pihak harus dapat meningkatkan kapasitasnya terhadap akses informasi terhadap ancaman (hazard), melakukan tindakan antisipasi berdasarkan informasi ancaman yang diperoleh, memiliki daya proteksi diri, mempunyai daya adaptasi atas situasi yang ada, dan memliki daya lenting untuk memulihkan diri dari dampak bencana,” ujar Prof. Syamsul Maarif mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2008–2015.

Mengawali kegiatan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Prov. Jatim, Suban Wahyudiono mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan dalam upaya merumuskan dan merekomendasikan desain kelembagaan yang efektif untuk dapat mendorong sinergitas pentahelix dalam menghadapi atau menuju new normal.

“Mari kita satukan persepsi terkait kolaborasi pentahelix agar dapat melakukan upaya-upaya kolaboratif yang sinergis dalam memerangi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono.

Sementara itu, dalam kegiatan ini diikuti sekitar 300 partisipan ini turut hadir sebagai narasumber yang bersinergi merumuskan dan merekomendasikan desain kelembagaan terkait kolaborasi pentahelix diantaranya Dody Ruswandi, Widya Iswara Utama BNPB RI; Moch. Fauzie Said, Ketua IABI Komisariat Jatim; Freddy Pangkey, Pengusaha Manufaktur Surabaya; Prof. Bambang Rudyanto, Guru Besar Ekonomi & Bisnis, Wako University-Jepang; Prof. Madya Mohammad Zaki Bin Ahmad, Guru Besar School of International Studies, Universiti Utara Malaysia; Maksum, Praktisi Media; Amy Maulana, Ketua PCINU Federasi Rusia dan Eropa Utara, serta dari kalangan milenial Maudina Rahma Wardhani, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. (wil/cah)

terkait

25 Ribu Guru Surabaya Meriahkan Hari Guru Nasional

redaksi

Peringati HUT ke-35 SMANUSA, Tampilkan Kreatifitas Seni Siswa

redaksi

Rektor Unitomo Ajak Mahasiswa Agar Tidak Rasis

redaksi