Di Hadapan Menteri Haji dan Umroh RI, Gubernur Khofifah Siap Suplai Kebutuhan Makanan Jemaah Indonesia

oleh -33 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah berbincang santai dengan Menteri Haji dan Umroh RI Irfan Yusuf

Surabaya, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapannya mensuplai produk makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE) untuk kebutuhan permakanan bagi jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

“Kami siap mensuplai produk makanan RTE jemaah haji dan umroh dari Indonesia selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya pada pertemuan dengan Menteri Haji dan Umroh RI KH M Irfan Yusuf di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (16/11/2025) malam.

Dalam kesempatan itu Khofifah juga turut menyajikan sejumlah contoh produk makanan siap saji beragam menu.

Khofifah menyebut produk permakanan RTE telah banyak digunakan di Jatim yang di packaging dalam bentuk kemasan yang terjamin dan tersertifikasi halal yang biasa disiapkan saat terjadi bencana alam.

Berbagai bentuk dan suplai makanan RTE diyakini akan mendukung seluruh aktifitas jemaah haji dalam pemenuhan makanan. “Makanan dalam RTE biasanya kami berikan dalam bentuk kaleng yang bisa segera di makan oleh para penyintas saat terjadi bencana alam,” ucapnya.

Khofifah meminta Kementrian Haji dan Umroh memastikan produk makanan siap saji seperti apa saja yang bisa masuk Arab Saudi agar pelaku usaha Jatim segera bersiap. Nantinya, Pemprov Jatim bersama para pengusaha industri halal akan segera menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan sehingga bisa dikirim ke Arab Saudi saat musim haji maupun umrah.

Jika permakanan seperti RTE bisa dilaksanakan akan mendongkrak dan menggeliatkan sektor UMKM. “Kami berharap Kemenhaj dan Umroh bisa mendetailkan item item apa saja dibutuhkan. Saya yakin bisa menggerakkan sektor UMKM di Jatim,” tuturnya.

Menteri Haji dan Umroh RI KH M Irfan Yusuf mengatakan, maksud kunjungannya ke Jatim, yakni menyampaikan progres pelaksanaan Haji tahun 2026 dimana Jatim mendapat kuota sebesar 7.000 jemaah. “Allhamdulillah Jatim mendapatkan tambahan kuota haji,” ucapnya.

Melalui Dirjen Pengembangan Ekonomi Ekosistem Haji dan Umroh, Irfan Yusuf berharap Pemprov Jatim bisa memasok makanan untuk jemaah haji selama pelaksanaan ibadah Haji mendatang.

“Kemenhaj ingin melibatkan peran UMKM dalam pelaksanaan haji dengan menjual produk produk yang bisa dibawa ke Tanah Suci sebagai oleh oleh,” tandasnya.

Pertemuan dengan Gubernur Khofifah juga dimanfaatkan untuk mencoba makanan RTE dalam bentuk kemasan siap saji. Bahkan, sempat mencicipi berbagai produk RTE yang diproduksi di Pandaan Pasuruan. Rasanya cocok dengan lidah Indonesia.

“Tinggal kedepan kita memikirkan teknis masuk dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh. Item item seperti makanan siap saji dan siap makan inilah yang dibutuhkan jemaah haji sehingga tetap memiliki ciri khas masakan Indonesia. Salah satu Ready to Eat yakni Nasi Goreng, Nasi Kare ayam, Nasi Gulai Ayam sampai Nasi Rendang,” paparnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.