Di Hari Kartini, Ahok Digeruduk Kaum Perempuan

oleh
Ahoh foto bersama para perempuan.

JAKARTA, PETISI.CO – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, kantor Gubernur DKI digeruduk kaum perempuan. Mereka rupanya sudah menanti kedatangan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, sejak pukul 06.00 pagi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Ibu-ibu warga DKI tersebut menanti kedatangan Ahok sambil menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini.

Mereka datang sambil membawa karangan bunga bertuliskan: We love you Pak Ahok dan Pak Djarot. Thank you, you’re The Best.
Namun Ahok baru tiba pukul 08. 05 WIB. Sontak kedatangan Ahok membuat kaum ibu-ibu itu makin bersemangat.

Tidak hanya menyanyikan lagu Ibu Kartini, Ahok juga di beri bunga oleh warga.

Para perempuan menangis memeluk Ahok.

”Saya bangga sama Pak Ahok. Beliau Gubernur yang mampu merubah Jakarta menjadi maju,” tutur seseorang ibu dengan ekspresi haru.

Bahkan diantara mereka banyak yang menangis haru, jika mengingat kekalahan Ahok di Pilkada DKI tahun ini. Tak pelak jika seseorang ibu berkerudung coklat langsung merangsek dan memeluk Ahok.

”Terima kasih ya, Pak. Terima kasih sudah membuat Jakarta menjadi lebih baik. Saya mendapat banyak manfaat berkat kebijakan Bapak, ” sambil mendekap tubuh Ahok.

Banyak diantara mereka yang berfoto bersama Ahok, sampai-sampai ada  ibu-ibu yang mencubit pipi Ahok.

Selain itu, ada juga warga Jambi, Rahayu Wulandari, yang datang ke Jakarta khusus untuk berjumpa  Gubernur DKI yang kemarin harus tunduk pada pasangan Anies-Sandi itu.

Sembari menangis tersedu, Rahayu mengutarakan perasaannya. Ia menganggap Ahok sudah seperti ayahnya.

”Saya dukung Ayah. Saya sedih banget. Dia orang baik. Besok ingin undang ayah di ‘Grateful Day untuk Ahok’ di Kalijodo, ” katanya sambil terisak.

Dalam kesempatan yang sama, ada juga warga yang yang ingin mengundang Ahok ke pernikahan. Ia mengemukakan dengan cara segera serta memohon hadirnya Ahok dalam pernikahannya pada 21 Mei yang akan datang.

“Saya berharap Bapak bisa hadir di perkawinan saya di Kelapa Gading, ” tutur Krisnadi, warga Kebon Jeruk.
Mendengar ekspektasi warganya itu, Ahok mengaku trenyuh dan berharap bisa menghadirinya.

”Dijadwalkan, bila cocok bisa puterannya (yang searah). Lantaran banyak nikahan juga hari Minggu. Jadwalkan ya, ” papar Ahok sembari memberi undangan itu ke ajudannya.

Mereka baru membubarkan diri pada pukul 08. 52 WIB, usai warga memohon berfoto bersama. Alasannya, Ahok masih harus melayani aduan warga lainnya. (sdk)