SURABAYA, PETISI.CO – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menghentikan penyebaran virus Corona (Covid-19) masih belum membawa hasil. Jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim terus bertambah dari hari ke hari.
Jika sebelumnya jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim sebanyak 93 orang, pada Rabu (31/3/2020) bertambah 10 orang. Sehingga totalnya menjadi 103 orang.
Tambahan 10 pasien positif Covid-19 tersebut berasal dari Situbondo 1 orang, Nganjuk 4 orang, Kota Surabaya 3 orang, Sidoarjo 1 orang dan Kota Malang 1 orang.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik dari 420 orang menjadi 536 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik dari 6.565 orang menjadi 7.328 orang.
Kemudian untuk pasien yang meninggal dunia bertambah 1 orang menjadi 9 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 5 orang menjadi 22 orang.
“Secara presentase, jumlah pasien yang negatif atau sembuh sebesar 21 persen. Sementara yang meninggal dunia sebesar 8,7 persen,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (1/4/2020).
Pihaknya telah menggelar rapid test terhadap 2.020 orang. Hasilnya, ditemukan 49 orang positif Covid-19. Mereka yang terdeteksi positif, segera ditindaklanjuti dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) pendeteksi Covid-19 SARS-CoV-2.
“Hasilnya, setelah dilakukan swab PCR, ke-49 orang tersebut terkonfirmasi negatif,” ucap mantan Menteri Sosial ini.
Lebih jauh orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, angka 103 orang yang positif Covid-19 merupakan jumlah kasus. Jika dikurangi dengan pasien yang meninggal dunia dan sembuh, maka jumlahnya tinggal 73 orang.
Artinya, saat ini hanya 73 orang pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat Covid-19. Begitu juga dengan PDP, jika dikurangi dengan yang negatif, maka saat ini hanya 353 orang saja.
“Untuk yang ODP, itukan ada yang statusnya juga sudah bukan ODP lagi. Jadi sekarang tinggal 5.919 orang yang PDP,” paparnya.
Terkait dua hotel milik Pemprov Jatim yang disiapkan untuk tim medis Covid-19, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menyatakan, pihaknya sudah menanyakan kepada petugas namun. Sebagian besar dari mereka memilih istirahat di rumah sakit.
“Untuk tenaga medis RSUD dr Soetomo jumlahnya 4.500 orang. Untuk anak sekolah (mahasiswa kedokteran) sebanyak 6.000an. Sebagian besar kami liburkan. Untuk perawat disiapkan rumah singgah di belakang RSUD,” ujarnya. (bm)







