LAMONGAN, PETISI.CO – Tidak ingin membuang waktu secara sia-sia, pasangan KarSa terus menggenjot pergerakan ke seluruh elemen masyarakat. Kali ini KarSa yang dihadiri oleh Saim S.Pd Calon Wakil Bupati dari koalisi partai PKB dan PDI Perjuangan menyapa pemuda Kec. Solokuro, Lamongan.
Acara yang dikemas dengan “Ngopi Bareng Pemuda Desa Bicara Desa” di Café Pijar Solokuro Lamongan (5/9/20), memunculkan dialog interaktif antara harapan pemuda desa dengan Calon Wakil Bupati Lamongan.
Dengan telaten Saim S.Pd mendengarkan dan menyerap seluruh uneg uneg generasi muda pantura itu, yang ingin ada lompatan besar dalam pembangunan Lamongan.
Seperti yang disampaikan oleh Ispandoyo petani asal Pantura. Bagaimana harapan pemuda desa, bisa turut berkontribusi besar dalam pembangunan desa, khususnya bidang pertanian dalam menghadapi hama tikus atau wereng yang menjadi musuh bersama petani.
Agar kesejahteraan petani juga bisa meningkat tanpa diliputi rasa kecemasan bila gagal panen karena faktor alam atau yang lainnya.
Kami harap ada payung hukum, minimal Perda dalam menyelamatkan para petani dengan adanya asuransi yang bisa dirasakan oleh petani itu sendiri.
Karena sejauh ini asurasi petani, dalam bentuk kartu tani juga belum jelas, atau tidak bisa dijalankan. Mungkin Lamongan bisa mencontoh dengan daerah lain seperti Blitar atau yang lain
Di mana mereka mampu memberikan perlindungan jelas terhadap para petani, dengan jaminan kesejahteraan petani dengan mengeluarkan Perda Perlintan “Peraturan Perlindungan dan Pemberdayaann Petani”, yang isinya antara lain:
- Prasarana dan sarana produksi pertanian
- Kepastian Usaha
- Penghapusan praktek ekonomi biaya tinggi
- Sistem peringatan dini dan penanganan dampak perubahan iklim
- Ganti rugi gagal panen akibat kejadian luar biasa
- Asuransi pertanian
- Komoditas Unggulan dan
- Hak kekayaan intelektual
Nah itu yang harus bisa diaplikasikan di sektor pertanian Lamongan, kalau pemilik kebijakan mampu atau memang benar ingin merubah nasib petani, dan juga strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pasca panen di pasaran.
Di kesempatan yang sama, Didin juga menyampaikan bahwa pemerintahan ke depan harus peka dengan potensi yang ada di desa.
Karena sejauh ini, kami dan teman teman yang tergabung dalam Lesbumi pernah membuat lomba tulis tentang sejarah sejarah di desa yang ada di Kab. Lamongan, namun sejauh ini, belum ada sambutan hangat dari pihak pemerintah.
Ini yang harus jadi perubahan besar, kalau KarSa memang mengusung jargon Perubahan.
Menanggapi dari berbagai aspirasi kalangan muda pantura Lamongan itu, Saim dengan seksama mengatakan bahwa bukan isapan jempol kalau KarSa diberi kesempatan memimpin Lamongan, maka aspirasi teman teman pasti terakomodir.
Pasalnya, saya dengan Ibu Kartika sudah berkomitmen untuk merubah Lamongan, membangun Lamongan dari Desa, yang secara berlahan menuju ke tengah.
Dengan cara, kami selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan rakyat, dengan mengaplikasikan apapun serapan dari rakyat sesuai kemampuan APBD.
Kami juga tidak ingin ada sekat antara pemangku kebijakan dan rakyat. Karena kami sadar, ketika diberi amanah oleh rakyat, tugas kami adalah jadi “Pelayan Masyarakat”, bukan untuk dilayani oleh masyarakat.
“Dan sejauh ini, aspirasi teman-teman yang sudah disampaikan tadi, sudah tertuang dalam Visi Misi Nawa KarSa untuk perubahan Lamongan,” terang Saim. (ak)






