PASAMAN, PETISI.CO – Tak terima dengan pemberitaan maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kampungnya, puluhan warga Kampung Batang Kundur dan Sinuangon, Kenagarian Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumbar secara bersama-sama menandatangi pernyataan keberatan.
Pernyataan tersebut mereka sampaikan kepada wartawan, bahwa mereka merasa keberatan seputar adanya pemberitaan di media online tanpa menyebutkan nama medianya yang mengatakan PETI merajalela dan marak di kampung mereka.
“Itu adalah merupakan berita bohong yang tidak dapat ditolerir, sebab bisa menyesatkan orang. Kami juga sepakat menolak PETI di kampung kami dan menjaganya agar tidak terjadi,” tegas Indri dan Rapi.
Mereka juga memastikan sebagai warga setempat bahwa sekarang tidak ada PETI di daerah mereka.
“Kok orang luar pula yang berkoar-koar mengatakan ada PETI dan operator alat berat milik Pudun meninggal akibat dibawa arus sungai saat mengoperasionalkan alat beratnya. Padahal hal itu sama sekali tidak ada kejadiannya dan sangat aneh kami rasakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia meminta hendaknya wartawan tersebut bisa menyebutkan siapa nama sumber yang mengatakan PETI marak di kampung mereka.
“Setelah mendapat sumber berita dari yang bersangkutan hendaknya oknum wartawan mengkonfirmasikannya kepada warga setempat ada tidaknya PETI yang melakukan kegiatan di daerah itu,” lanjutnya.
Idris juga menilai bahwa yang mengetahui persis sesuatu peristiwa yang terjadi di Batang Kundur adalah warga setempat, bukan orang yang dari luar daerah.
“Ini terus saja mengekspos berita tanpa adanya check dan ricek di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Indri dan Rapi kesal.
Indri dan Rapi juga membantah saat wartawan mempertanyakan bahwa mereka melindungi pihak pengusaha PETI agar kejadian itu tidak terungkap.
“Bapak jangan menduga yang tidak tidak kepada kami, kalau bapak ingin mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.
Mereka juga kembali menegaskan bahwa sudah sejak lama PETI tidak ada lagi beroperasional karena diuber terus dengan personil Polres Pasaman.
“Jadi masalah berita PETI yang diekspos para oknum wartawan itu kami nyatakan tidak benar,” tegasnya. (if)







