Diduga Banyak Kendala, Penyebab Molornya Boyongan RSUD Gambiran 2 Kota Kediri

oleh
RSUD Gambiran 2 yang saat ini sudah difungsikan dan belum total untuk perpindahannya

KEDIRI, PETISI.CO– Molornya target boyongan RSUD Gambiran 1 ke Gambiran 2 diduga banyak kendala. Disinyalir, kendala tersebut karena bangunan yang belum selesai 100 persen, hingga sejumlah izin rumah sakit yang belum lengkap.

Anehnya, kendala itu justru ditampik oleh pihak manajemen RSUD Gambiran Kota Kediri. Pihak manajemen rumah sakit mengaku jika boyongan yang tak sesuai target ini tidak ada kendala yang parah.

“Sebenarnya kita tidak temui kendala. Kita itu nunggu bangunan biar selesai dulu 100 persen, kan kasihan pasien kalau dipindah, tetapi bangunannya masih kurang,” ujar Sekretaris Humas RSUD Gambiran Kota Kediri, Nitra Sari saat ditemui di RSUD Gambiran 2 Kota Kediri di Jalan Kapten Tendean, Rabu (28/2/2018).

Selain sejumlah bangunan yang belum selesai sepenuhnya, kabarnya salah satu izin AMDAL dan IPAL rumah sakit juga menjadi kendala.

Pasalnya, saat ditanya terkait IPAL RSUD Gambrian 2, Nitra mengaku belum bisa menjawab lebih.

“Untuk IPAL nanti kita tanyakan kepada bagian IPAL dulu. Kalau mendadak ya kami tidak bisa mengonfirmasi,” akunya.

Menurutnya, saat ini pihak RSUD Gambiran belum bisa secepatnya memindah seluruh pasien yang berada di RSUD Gambiran 1.

“Yang jelas kita saat ini tidak bisa grusa – grusu dalam memindahkan pasien, karena urusannya adalah orang sakit,” tandasnya.

Diketahui, sejauh ini yang sudah mengalami perpindahan tersebut yakni seluruh management rumah sakit,  semua Poli, IGD Poli dan beberapa pasien anak.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah diresmikannya bangunan RSUD Gambiran 2 Kota Kediri sejak tahun lalu, namun perpindahan rumah sakit dari Gambiran 1 ke Gambiran 2 hingga saat ini belum selesai seenuhnya atau molor dari target.

Padahal tak tanggung-tanggung dalam perpindahan itu pihak rumah sakit sudah digelontor anggaran APBD Kota Kediri sebesar Rp 2 miliar.

Masalah tersebut akhirnya membuat anggota dewan yang membidangi kesehatan geram. Salah satu anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muzaer Zaidib mengaku, sudah beberapa kali pihak gambiran mengulur-ulur batas waktu perpindahan tersebut. Padahal jadwal pertama boyongan selesai pada bulan Agustus 2017 lalu.

“Jadwalnya mundur, dan untuk tahun ini rumah sakit meminta sampai tanggal 6 Maret besok, berati kurang beberapa hari lagi untuk perpindahan RSUD tersebut. Jadi kita tunggu lah,” ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya. (bay)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.