Surabaya, petisi.co – Meski sudah tak menjabat Ketua Pengprov FORKI Jawa Timur (Jatim), Totok Lusida masih memiliki kepedulian tinggi terhadap Karate. Dia ingin olahraga bela diri yang dicintainya itu bisa menunjukkan kejayaannya lagi di kancah nasional maupun internasional.
Karena itu, Totok menyambut hangat terpilihnya Johanes Koento sebagai Ketua Pengprov FORKI Jatim periode 2025-2030. Terlebih Koento bukan orang baru di karate. Pengalamannya sebagai atlet diyakini mampu mengembalikan masa kejayaan karate Jatim.
Di bawah tangan dingin Koento, Totok berharap kepengurusan baru FORKI Jatim bisa lebih baik dibanding sebelumnya. Kejayaan karate Jatim di era Koento dkk bisa terukir kembali. Tak lagi mengalami kekeringan prestasi.
“Sebagai orang karate, tentu kita semua ingin karate Jatim kembali bisa berjaya seperti masa dulu. Bisa mengharumkan nama Jatim di tingkat nasional maupun internasional,” kata Totok dalam obrolan santai dengan sejumlah wartawan di kantornya, Senin (20/4/2026).
Melihat potensi atlet karate saat ini, Totok optimistis prestasi Jatim bisa segera bangkit. Apalagi, di semua daerah di Jatim dipastikan ada perguruan karate dan Pengcab FORKI. Sehingga tidak sulit mendapatkan bibit-bibit karateka potensial.
“Jatim ini gudang atlet karate, di semua daerah ada. Tinggal bagaimana mencari bibit terbaik dan membinanya untuk bisa melahirkan prestasi. Ini tungasnya pengurus FORKI ke depan,” ucap mantan ketua pengprov FORKI Jatim dua periode itu.
Totok yang saat ini menjabaf Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga berpesan kepada pengurus FORKI Jatim, untuk tidak lupa memikirkan masa depan atlet. Jangan sampai terjadi kesan ‘habis manis, sepah dibuang’.
Dia sedih mendengar cerita ada atlet yang masa depannya suram setelah pensiun sebagai atlet. Bonus rumah maupun uang yang diberikan Totok kepada atlet karate Jatim yang berprestasi sudah hangus. Sekarang atlet tersebut tak memiliki harta benda lagi.
“Jadi, masa depan atlet juga harus dipikirkan oleh pengurus FORKI yang baru nanti. Senang kalau lihat ada mantan atlet karate kita ada yang sekarang jadi Kapolres dan beberapa juga bertugas di kesatuan TNI, ada juga yang PNS,” paparnya.
Dia pun yakin Koento dengan pengurus barunya nanti bisa membuat program untuk masa depan atlet. “Koento ini atlet. Setelah pensiun dari atlet, mulai berkarier dari bawah hingga sekarang bisa jadi direktur,” ungkapnya.
“Memang tidak semua mantan atlet bisa seperti dia, yang penting bagaimana pengurus FORKI ikut memikirkan masa depan atlet sesuai dengan potensi. Saya yakin bisa,” tambahnya.
Semasa menjadi ketua pengprov FORKI Jatim dua periode, 2009 -2013 dan 2013- 2017, sosok Totok Lusida memang dikenal dekat dan peduli dengan atletnya. Melalui berbagai jaringan, beberapa atlet berprestasi dia arahkan untuk menjadi anggota TNI, POLRI, pegawai BUMN, PNS dan lainnya.
Sementara dari sisi prestasi, Totok pernah membawa karate Jatim cukup disegani di tingkat nasional maupun intenasional. Salah satu karateka handal yang lahir pada masanya adalah Umar Syarief, karateka kelas kumite langganan emas PON dan Sea Games. (bm)






