DPRD Surabaya Desak Pemkot Tingkatkan Mitigasi Banjir, Normalisasi Gorong-Gorong Jadi Sorotan

oleh -20 Dilihat
oleh
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto

Surabaya, petisi.co – Banjir yang melanda Surabaya pada Rabu (5/11/2025) menjadi sorotan tajam dari anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut, mengingat curah hujan yang tinggi dan durasi yang cukup lama.

“Kemarin itu selain intensitas hujannya tinggi, durasinya memang cukup lama, dari jam 1siang sampai 4 sore, sehingga langsung terjadi banjir,” ujar Achmad Nurdjayanto saat ditemui Petisi.co di ruang kerjanya pada Kamis (6/11/2025).

Nurdjayanto juga mengingatkan dinas terkait untuk lebih serius dalam melakukan mitigasi, terutama terkait kondisi gorong-gorong yang ada. Ia menilai normalisasi gorong-gorong kurang rutin dilakukan, padahal sejak awal pembangunannya, gorong-gorong sangat membantu mengurangi banjir di wilayah tersebut.

“Normalisasinya saya rasa memang kurang rutin, kalau misalnya itu dilakukan secara rutin tentunya tidak akan terjadi seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, pembangunan gorong-gorong sudah sangat mengurangi banjir di wilayah Banyuurip. Namun, dengan adanya luapan genangan saat ini, ada indikasi masalah, seperti tersumbatnya gorong-gorong atau berkurangnya volume karena endapan lumpur.

Untuk mengatasi masalah ini, Legislator partai Golkar ini mendesak Pemkot Surabaya melalui dinas terkait untuk melakukan mitigasi dan pembersihan gorong-gorong secara rutin. Ia juga menyoroti pentingnya normalisasi gorong-gorong yang berada di tengah jalan, yang menurutnya perlu segera dilakukan.

“Terkait itu saya juga mengusulkan kemarin di APBD 2026 agar pemerintah kota itu memiliki alat untuk melakukan normalisasi yang di daerah-daerah tertutup seperti yang di Jalan Banyurip itu,” ungkapnya.

Ia meyakini jika normalisasi dilakukan secara rutin, banjir tidak akan terjadi. Karena, jika lama tidak dinormalisasi, kemampuan volume gorong-gorong pasti akan berkurang dan akhirnya meluap ke atas.

Nurdjayanto juga menyoroti kesulitan dalam melakukan normalisasi gorong-gorong yang tertutup aspal jalan, sehingga memerlukan inovasi alat untuk pembersihan.

“Gorong-gorong itu di atasnya tertutup oleh aspal jalan, jadi sangat susah untuk membersihkan secara manual. Tentunya ini kan adanya risiko-risiko baik keselamatan juga risiko-risiko kesehatan, maka dibutuhkan inovasi alat untuk melakukan pembersihan,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga terkait banjir yang datang tiba-tiba, Nurdjayanto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri. Ia juga meminta Pemkot Surabaya untuk mengeluarkan edaran terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama selokan, serta menggalakkan kerja bakti massal di wilayah-wilayah yang rawan banjir.

Nurdjayanto juga menekankan pentingnya kerjasama lintas OPD, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota, untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi banjir dan segera menindaklanjutinya.

“Karena kelurahan dan kecamatan ini kan yang punya wilayah, jadi dia yang lebih mengerti, untuk melakukan pengawasan, selanjutnya disampaikan kepada dinas terkait agar nantinya ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia berharap semua pihak memiliki rasa kepedulian dan rasa memiliki terhadap kota Surabaya yang bebas dari banjir.

Selain itu, Nurdjayanto juga menyoroti laporan terkait pompa yang tidak berfungsi di beberapa wilayah, seperti di Surabaya Timur yang menyebabkan luapan di Tenggilis. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.