DPRD Surabaya Dorong Kesetaraan Atlet Disabilitas dengan Dukungan APBD

oleh -177 Dilihat
oleh
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan (Bang Jo)

Surabaya, petisi.co – Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Surabaya untuk membahas peningkatan perhatian dan dukungan terhadap atlet penyandang disabilitas.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan Bappedalitbang, Disbudporapar, bagian hukum dan kerja sama, serta pengurus NPCI ini menyoroti perlunya kesetaraan antara atlet disabilitas dengan atlet di bawah naungan KONI.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan ( Bang Jo) menekankan pentingnya pembinaan olahraga bagi kaum disabilitas sebagai branding positif bagi Kota Surabaya.

Ia mendorong agar NPCI mendapatkan dukungan legal formal yang setara dengan KONI, sehingga Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan supporting yang sepadan.

“NPCI itu kan fokusnya pada pembinaan olahraga untuk kaum disabilitas. Ini bisa memberikan branding juga pada Kota Surabaya, bahwa Surabaya itu kota yang mengakomodir dan memberikan peluang yang sama kepada orang-orang disability,” ujar Bang Jo.

Legislator PKS ini menambahkan, prestasi yang telah diraih oleh atlet disabilitas Surabaya, seperti menjadi juara umum di Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 dan 2024, menjadi alasan kuat bagi Pemkot untuk memberikan dukungan lebih.

“Dari pengurus NPCI merasa belum tersupport baik dari sisi anggaran untuk operasional, penghargaan prestasi, pembinaan program, maupun pembinaan atlet. Bahkan, banyak atlet disabilitas yang antri untuk masuk ke dalam organisasi ini karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Komisi D DPRD Surabaya mendorong Pemkot Surabaya, melalui Disbudporapar, untuk mengalokasikan anggaran APBD khusus bagi pembinaan program dan kegiatan NPCI. Dukungan ini meliputi support bagi atlet berprestasi, fasilitas latihan, dan sekretariat yang memadai.

Menanggapi minimnya fasilitas latihan bagi atlet disabilitas, Bang Jo  menyampaikan beberapa kebutuhan mendesak, antara lain dukungan tenaga pelatih profesional, ahli gizi, fisioterapis, dan psikolog olahraga.

“Kondisi psikologis disability harus diberikan masukan-masukan lebih banyak, dan juga motivator-motivator yang sudah terbiasa dalam melakukan motivasi kepada para atlet disability,” imbuhnya.

Dalam jangka panjang, Johari Mustawan berharap Pemkot Surabaya dapat mengalokasikan lahan khusus untuk pelatihan dan sekretariat NPCI. Jika peminat dan prestasi atlet disabilitas semakin meningkat, tidak menutup kemungkinan akan dibangun fasilitas gedung olahraga tersendiri.

“Diharapkan Pemkot bisa mengalokasikan lahan khusus untuk pelatihan, minimal untuk sekretariat dan pelatihan terlebih dahulu. Dalam jangka panjang, kalau misalkan peminatnya semakin lama semakin banyak, dan juga prestasinya semakin meningkat, tidak menutup kemungkinan diadakan fasilitas gedung olahraga tersendiri,” pungkasnya. (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.