Dua Pelajar di Bojonegoro Jadi ‘Bupati dan Wabup’

oleh

BOJONEGORO, PETISI.CO – Dua pelajar bernama Ilya Musfiah pelajar kelas 2 Madrasah Aliyah Tanwiriyah, Kecamatan Baureno dan Hekmah Reski Arini, Pelajar SMAN 1 Sugihwaras, mempimpin Kabupaten Bojonegoro dalam satu hari. Ilya Musfiah menjadi Bupati sedangkan Hekmah Reski Arini menjadi  Wakil Bupati.

 

Aktifitas kedua pelajar itu layaknya seperti Bupati Suyoto dan Wakil Bupati Setyo Hartono. Mereka juga duduk di kursi kerja Bupati dan menggunakan fasilitas kerja Pemkab Bojonegoro. Diruang kerja yang berada di lantai 7 gedung Pemkab, kedua pelajar tersebut beraktifitas mulai menerima surat-surat dan mendisposisi serta memimpin rapat evaluasi rutin yang digelar di Rumah Dinas Bupati.

 

Tak hanya itu mereka juga melakukan Inspeksi mendadak (sidak) serta memimpin dialog jum’at. Tak hanya sekedar memimpin, Bupati dan Wakil Bupati sehari ini diharapkan memahami permasalahan dan isu-isu yang tengah mengemuka di Bojonegoro. Mereka harus berpikir sebagai seorang pemimpin yang akan memecahkan masalah serta mencari solusi pada setiap masalah.

 

“Ini adalah sebagai bentuk kaderisasi semangat kepada generasi muda Bojonegoro untuk terlibat dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto, Jum’at (16/12/2016).

 

Bupati dan Wabup sehari ini supaya ikut merasakan apa kinerja pemerintah sekaligus bagaimana dan apa saja yang dilakukan pemerintah dalam melayani masyarakat sekaligus upaya yang dilakukan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

 

“Mereka juga akan merasakan bagaimana menjadi seorang Bupati dan Wakil Bupati dalam sehari. Selain itu, mereka ikut merasakan kinerja Pemkab dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Kabag Humas Pemkab Bojonegoro.

 

Dua pelajar ini menjadi Bupati dan Wakil Bupati setelah lolos mengikuti seleksi Kang Yoto Leadirship Challenge (KYLC) yang diadakan oleh Bupati Bojonegoro, Drs Suyoto. KLYC ini sesion ke dua setelah sebelumnya juga dilaksanakan beberapa pekan lalu.

 

Pelajar yang lolos dalam KYLC mendapatkan hak –hak protokoler dan pengawalan. Tak hanya itu, Bupati dan Wakil Bupati dalam sehari ini juga ada empat orang pengamat yang akan melakukan tugas evalusi dan penilaianter hadap kinerja Bupati dan Wabup KYLC. (gal)