Sidoarjo, petisi.co – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo senantiasa aktif mendorong para perempuan mengambil peran di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Data Nasional mencatat 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
“Sidoarjo dikenal sebagai kota UMKM, dengan unit usaha mencapai lebih dari 207.000. Dari total jumlah tersebut, ada sekitar 176.000 merupakan usaha mikro yang dijalankan kaum perempuan,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Warih Andono , SH usai membuka acara sekaligus memberi pengarahan kepada pengurus dan anggota DWP Sekretariat DPRD Sidoarjo, beserta perwakilan UMKM di gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (28/4/2026).

Abah Warih panggilan akrabnya, mengatakan Kartini masa kini mendominasi peran di sektor ekonomi khususnya UMKM. Sejalan dengan pertumbuhan UMKM di Sidoarjo, yang terus meningkat dari tahun ke tahun, ia meminta Pemkab memberikan pelatihan digitalisasi pelaku UMKM.
“Kita tahu sebagian besar pelaku sekaligus penggerak UMKM adalah Ibu-Ibu rumah tangga. Supaya program UMKM naik kelas bisa tercapai maksimal, mereka harus diberikan pelatihan digitalisasi. Tujuannya agar mampu bersaing dan mempunyai penetrasi pasar yang lebih luas,” ungkap politisi senior asal Partai Golkar ini.

Menurutnya, ada satu hal penting yang sampai detik ini belum terealisasi yakni tempat khusus promosi UMKM. Ke depan, DPRD akan melakukan komunikasi dengan Pemkab Sidoarjo untuk menyediakan kebutuhan tersebut.
“Keberadaan tempat khusus promosi ini penting untuk mewadahi UMKM. Sidoarjo punya banyak aset yang belum dikelola dan dimaksimalkan penggunaannya. Nanti, kami akan bicarakan ini dengan Pak Bupati,” bebernya.
Dirinya memiliki pandangan aset pemkab yang berlokasi di kawasan kavling DPR, Kelurahan Pagerwojo Buduran bisa diusulkan menjadi tempat khusus promosi UMKM.
“Daerah Kavling DPR itu banyak kafe-kafe dan dibelakangnya ruko ada aset berupa lahan kosong milik Pemkab. Kalau disana dibangun gedung promosi UMKM sangat bagus. Karena tempatnya strategis,” kata dia.
Ia mengharapkan tahun 2027, UMKM Sidoarjo sudah memiliki gedung promosi. DPRD berjanji akan mengawal terwujudnya prasarana penunjang bagi UMKM di Sidoarjo tersebut.
“Harapannya awal tahun 2027, sudah mulai penggarapan gedung promosi UMKM. Semoga ini menjadi penyemangat baru bagi para Kartini penggerak UMKM. Kami akan kawal, termasuk mengawal pembinaan, pelatihan dan pemasarannya,” tegas Abah Warih.
Senada hal itu, Ketua DWP Sekretariat DPRD Sidoarjo, Misfa Yasrini melalui Sekretaris Sri Sugiarti menjelaskan semangat yang disampaikan Warih Andono, sejalan dengan tema kegiatan pertemuan DWP bulan ini.
“Sesuai dengan tema pertemuan kali ini, meneladani semangat kartini dalam mewujudkan perempuan Dharma Wanita yang berdaya melalui terus belajar dan berkarya, mendidik generasi muda, memberdayakan sesama perempuan,” beber Sri Sugiarti.
Wanita yang akrab dipanggil dengan nama Bu Sigi ini menerangkan perempuan penggerak sekaligus pelaku UMKM di Sidoarjo, harus mampu berinovasi. Terobosan produk hasil karya UMKM itu, selanjutnya bisa ditampilkan di outlet sekretariat DPRD Sidoarjo.
“Ketika bergerak di dunia UMKM, Perempuan harus bisa mengembangkan usahanya melalui pintu mana saja. Diantaranya inovasi produk bisa dipromosikan melalui outlet kami. Karena banyak tamu dari berbagai daerah di Indonesia sering datang berkunjung DPRD Sidoarjo dan langsung membeli produk tersebut,” akunya.
Peran DWP Sekretariat DPRD Sidoarjo tidak hanya berhenti sampai disitu. Ada banyak upaya yang telah dilakukan dalam membesarkan UMKM. Mulai dari pengayaan literasi, praktik pelatihan hingga menghasilkan produk inovasi.
“Tak sekedar menampung dan menjual di outlet Sekretariat DPRD Sidoarjo. Kami dalam pertemuan rutin tiap bulan juga menggelar banyak kegiatan. Antara lain berinovasi melalui garnis, praktik merias wajah, dan agenda lainnya,” urai Bu Sigi.
Ia merinci beragam jenis UMKM ada di Sidoarjo. Mulai dari aneka produk olahan makanan hingga kerajinan dan fashion. Jumlah dan macam produknya mencapai ratusan ribu jenis.
“Produk unggulan kuliner seperti olahan bandeng, kerupuk , aksesoris kecantikan hingga fashion. Kami mendorong, menggerakkan, memfasilitasi dan memotivasi agar produk yang dihasilkan UMKM Sidoarjo berdaya saing,” ucapnya dengan senyum mengembang.
Pihaknya optimis melalui pembinaan dan pendampingan, para kartini pelaku UMKM Sidoarjo mampu menghasilkan produk yang diminati pasar internasional. Contohnya Keripik singkong, keripik nangka hingga keripik pisang di ekspor ke Malaysia dan Jepang.
“Alhamdulillah, melalui banyak kegiatan yang kami adakan rutin, Para perempuan penggerak UMKM sudah banyak yang menghasilkan produk berkualitas bagus dan diekspor ke sejumlah negara di Asia,” tutur wanita yang dikenal ramah murah senyum ini.
Ke depan, ia mengajak ibu rumah tangga dan remaja putri untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan produk UMKM yang diminati pasar eropa.
“Melalui momentum Hari Kartini, semua perempuan, kita libatkan. Termasuk generasi muda perempuan juga perlu dikader agar semakin banyak lahir pelaku UMKM baru yang kreatif,” ungkapnya.
Diharapkan UMKM di Sidoarjo dapat terus berkembang dan naik kelas, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Harapannya jika seluruh perempuan pelaku UMKM Sidoarjo mampu mengembangkan usahanya, otomatis perekonomiannya juga akan bertambah naik. Termasuk kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga meningkat,” pungkasnya. (luk)







