EL Royale Hotel dan Resort Banyuwangi Mulai Beroperasi

oleh
Kunjungan Bupati Anas ke eL Royale hotel

BANYUWANGI, PETISI.CO – El Royale Hotel dan Resort Banyuwangi telah hadir diresmikan di Jl. Raya Jember Desa Dadapan Kecamatan Kabat, kini sudah bisa dihuni mulai hari Rabu (24/5/2017).

Peresmian hotel bintang empat tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, M.Si, SKPD Banyuwangi, GM eL Royale Hotel dan Resort, Iwan Sumantri, serta para staf dan karyawan hotel.

Peresmian juga dibarengi dengan sarapan bareng dengan Bupati dilanjutkan mengecek kesiapan fasilitas hotel yang rencananya akan soft launching di Bulan Juni dan grand launching di Bulan Agustus 2017.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, M.Si usai melihat ke sejumlah tempat dan fasilitas hotel mengatakan, semua investor diminta mengakomodasi simbol-simbol kebudayaan Banyuwangi seperti halnya desain eL Royale yang memiliki atap seperti rumah using dan bangunannya bernuansa sepertihalnya rumah joglo dengan motif gajah oling, termasuk alunan musik maupun nama-nama ruangan seperti osing lounge, ijen restoran. Sebutan ruangan seperti itu sudah mengakomodir simbol budaya using Banyuwangi dan arsiteknya eL Royale dinilai pintar menggabunggkan nuansa Majapahit dan Kerajaan Blambangan.

“Tadi saya sudah cek, sejumblah ruangan didesain ala tradisional adat using, sementara foto-foto di dalam ruangan sudah tidak ada foto gedung, melainkan foto gandrung di Watudodol, potret Baluran dengan nuansa hitam putih tempo dulu yang dipasang di ruangan kamar hotel. Pokoknya eL Royale ini sudah Banyuwangi banget,” ucap Anas.

EL Royale Hotel

Meski bangunan masih berdiri 80 persen, Bupati berharap, eL Royale bisa menjadi bagian dari satu tempat yang bisa memamerkan karya fotografi maupun pameran produk-produk Banyuwangi. Selain itu, produk UMKM juga bisa dipamerkan di eL Royale, tapi harus tetap kordinasi dengan pihak hotel agar sesuai dengan spek yang diinginkan hotel.

Anas menambahkan, targetnya untuk semua hotel baru di Banyuwangi yang memunculkan kekhasan lokal akan dikampanyekan keluar agar promosi ke luar daerah bisa mengena.

Sementara itu, Supporrting GM eL Royale Hotel dan Resort Banyuwangi, Iwan Sumantri menjelaskan, memang benar seperti diutarakan Bupati, hampir keseluruhan bangunan eL Royale mengadopsi identitas adat using Banyuwangi.

Dari mulai lobi, pendapa dan lantai bermotif gajah uling. Selanjutnya ada gandrung lounge dan ijen restoran yang menampilkan menu kuliner internasional dan menu khas Banyuwangi seperti rujak soto, nasi tempong dan menu spesial eL Royale seperti nasi goreng rawon.

“Nantinya, menu khas banyuwangi ini akan kami formulasikan bagaimana caranya makanan khas Banyuwangi bisa dikenal oleh pengunjung dan yang menginap di eL Royale,” tutur Iwan.

Selain tertarik dengan ciri khas adat budayanya, Banyuwangi juga pilihan yang pas untuk berinvestasi karena merupakan salah satu tempat atau objek jujugan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan turis.

Terlebih jika  bisa dikembangkan lagi menjadi Banyuwangi sebagai objek Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang artinya bisa digunakan sebagai tempat Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran. Jelas ini akan tambah menarik.

Nilai investasi eL Royale di Banyuwangi dipastikan diangka ratusan Milyar dan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 80 orang. Karena menurutnya tidak sulit merekrut tenaga kerja untuk hotel, karena rata-rata pelamar kerja di Banyuwangi sudah mempunyai kompeten dan ketrampilan di bidang perhotelan.

Selanjutnya, untuk kebutuhan kamar di eL Royale hotel ada 52 kamar. Tanggal 21 Juni bertepatan dengan dirrect flight maskapai Garuda Indonesia rute Jakarta-Banyuwangi, eL Royale akan menambah kapasitas kamar menjadi 108 kamar termasuk 8 buah vila.
Pengembangan berikutnya bulan Februari 2018 ada tambahan kamar sebanyak 44 kamar, total keseluruhan ada 152 kamar yang dibangun di hotel 4 lantai tersebut.

Semua itu akan tercapai di bulan Agustus pada saat grand launching, termasuk menambahkan Blambangan Ballroom dengan kapasitas untuk 1000 orang standing dan 750 kursi. Kemudian ada 6 meeting room dengan kapasitas 20-60 pack. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, el Royale optimis mendatangkan turis mancanegara lewat kerjasama dengan agen travel, tambah Iwan.

Sementara untuk harga satu kamar di eL Royale, lanjut Iwan, harga termurah atau publish dihargai Rp. 800 ribu dan yang termahal sekitar Rp. 2,8 juta.

“Tapi kita punya floating rate dan dynamic rate menyesuaikan naik turunnya okupansi. Semisal pada hari pembukaan hari ini, eL Royale memberikan harga promo sekitar Rp. 400 ribu dan Rp. 498 ribu harga termahal,” papar iwan. (fatt)