PKL Kironggo Ngotot Bertahan di Alon-alon Kota, Mediasi ‘Mentah’

oleh
Ketua Komisi II Adi Kriesna (berpidato) menemui PKL di Alon-alon Banyuwangi

BONDOWOSO, PETISI.CO – Ribut rencana pemindahan PKL Kironggo ke tempat baru oleh Pemkab Bondowoso tak kunjung reda. Tuntutan PKL yang menghendaki perlakuan adil dan memberi solusi bagi PKL yang tidak memiliki stan baru untuk berdagang.

Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Adi Kriesna mendatangi Asosiasi PKL Kironggo, bersama Kadis Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Drs.Hary Patriantono, perwakilan Satpol PP dan Dinas Koperasi Perindustiran dan Perdagangan (Diskopperindag) Kabupaten Bondowoso, di Alon-alon Kota Bondowoso, Rabu (24/5/2017).

Ketua PKL, Buang Yuwono menegaskan, pedagang akan tetap menolak relokasi baru kisaran Jembatan Kironggo. Meski janji Pemkab Bondowoso kawasan baru akan dijadikan area Wisata Kuliner. Rencana pemindahan akan berdampak pada penghasilan mereka.

“Kawasan Jembatan Kironggo tempatnya terbatas. Lalu yang tidak dapat tempat kemana mereka usaha? Kalau tidak bekerja, pedagang jadi pengangguran,” ungkap Yuwono.

Adi Kriesna memahami kondisi kehawatiran PKL. Menurutnya, Diskopperindag harus memikirkan nasib PKL. Terpenting, perlu transparansi memaparkan design rencana relokasi. “Jika sistematis diterima PKL, tidak akan ada lagi kesulitan,” pungkasnya.

Anggota Komisi II, Abd. Majid mengakui pemindahan PKL  bukan hal mudah, seperti membalikan tangan. Sejumlah aspek harus ditinjau dengan mengakomodir PKL yang tetap rakyat kecil Bondowoso.

Kepala Diskoperindag, Hary Patiantono menjelaskan, ketakutan PKL terlalu berlebihan. Yang perlu tahu, tidak setiap hari menjual. Kampung kopi ini tidak akan mengganti atau mematikan peranan PKL.

PKL Kironggo juga menghendaki PKL yang ada di Jalan RE. Marthadinata, Pecinan juga diberlakukan sama, untuk ditertibkan. (cipt)