Empat Unit Angkutan Feeder Benowo Mulai Dioperasikan

oleh -254 Dilihat
oleh
Peresmian operasional angkutan feeder Kota Surabaya, dilaksanakan di area terminal angkot Benowo Kel. Benowo Kec. Pakal

SURABAYA, PETISI.COPemerintah Kota Surabaya secara serentak melaksanakan peresmian Operasional Angkutan Feeder di 4 titik lokasi, diantaranya Terminal Benowo, pasar Citraland, Kecamatan Gunung Anyar dan Siola, dimana angkutan tersebut diberi nama “Wirawiri Suroboyo” dengan biaya murah.

Peresmian operasional angkutan feeder Kota Surabaya, dilaksanakan di area terminal angkot Benowo Kel. Benowo Kec. Pakal secara simbolis ada 4 unit mobil jenis Hi Ice, Kamis (2/3/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut, Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Budi Setiawan, Camat Pakal Dedy Sjahrial Kusuma, Kapolsek Pakal Kompol Imam Solikin SH, MH, Danramil 0830/06 Benowo Mayor Inf Agung Prasetyo Budi SH, Kepala Puskesmas Benowo dr. Joehanta.

Selain itu, hadir juga Camat Benowo Denny, Kapolsek Benowo diwakili oleh Wakapolsek AKP Saridi, Lurah Babat Jerawat Darmawan, Lurah Sumberejo Hanang, Lurah Pakal, Lurah Benowo, anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kasi Tramtib Kecamatan Pakal Asim dan Linmas bersama petugas Dishub Surabaya Barat.

Pengadaan angkutan Feeder tersebut tak lain adalah upaya guna penyediaan angkutan umum yang aman dan murah, yang diharapkan nantinya akan dapat menjangkau wilayah pemukiman.

Menurut informasi Pemkot Surabaya akan meluncurkan 50 unit Feeder, dan Krew (sopir) semua berasal dari pelaku transportasi lama dengan rute jalur 5 tempat, diantaranya adalah Benowo –  Tunjungan dan Gunung Anyar – Penjaringan Sari, serta beberapa lokasi sebagian besar melalui daerah daerah.

Nantinya angkutan Feeder tersebut akan beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 21.30 wib, sedangkan untuk kelengkapan atau fasilitas mobil, yaitu AC, tempat duduk berbeda, Sefty belt, CCTV, monitor layanan informasi, dan pembayaran non tunai. Tarif dipatok sebesar 5000, sedangkan bagi pelajar hanya 2000 diharapkan akan dapat meningkatkan minat bagi warga pada angkutan umum, karena hal tersebut merupakan alternatif serta antisipasi kemacetan.

Melalui sambungan zoom secara virtual, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, menyampaikan, alhamdulillah hari ini pihaknya bisa meresmikan feeder atau transportasi massal tersebut.

“Saya harapkan ketika menentukan harga, maka harga ini adalah harga yang terjangkau, sehingga orang orang mau menggunakan angkutan massal. Dan yang pasti kita harus bisa hitung kalau orang menggunakan motor dan lainnya biayanya sampai berapa, tapi kalau kita menggunakan angkutan atau transportasi massal berapa,” kata Eri.

Eri Cahyadi, mengatakan, bahwa nanti akan minta penjelasan pada Kadishub Propinsi, terkait ketepatan waktu. Menurutnya, posisi sebagai PNS baik mobil atau transportasi bis dan fedeer membutuhkan ketepatan waktu.

“Jika tidak tepat, apalagi PNS di suruh naik pasti nanti akan takut di potong TPP karena terlambat, ini juga harus di pikirkan. Maka ketika ada Surabaya bis dan fedeer luar biasa, dan nanti kalau sempat diskusi akan saya sampaikan bisa ndak dibatasi tahunnya, jam dan aturan mainnya, kalau di Jakarta ada genap ganjil,” ungkap Cacak’e Arek Suroboyo, sebutan akrab Walikota Surabaya ini.

Selain itu, Eri juga mengajak Kadishub kota Surabaya untuk terus berkordinasi dengan Kadishub Propinsi bagaimana ini bisa berkembang, karena Surabaya sudah kota metropolitan yang akan berdampak secara langsung terhadap urban urban yang masuk ke Surabaya.

“Jika kita ndak cepat berbenah, tinggal ngitung tahun kalau modelnya terus begini saja, karena itu saya berharap bapak Kadishub Propinsi dan Kadishub Surabaya bisa segera di tindaklanjuti. Bagaimana ketepatan waktu yang di buat, setelah itu bagaimana terkoneksi terutama Surabaya Raya,” ujar Walikota Surabaya.

Sementara, dilokasi peresmian terminal angkot Benowo, Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Budi Setiawan, mengatakan, bahwa hari ini ada peluncuran (launching) angkutan feeder yang diberikan nama wira wiri Suroboyo, dimana terkait operasional ini sudah kordinasi dengan anggota angkot yang sudah ada.

“Jadi sopir yang kita ambil ini untuk angkutan fedeer adalah mereka yang terdampak, yaitu sopir sopir lama kita rekrut sebagai pegawai. Sehingga tetap kerja dan dapat penghasilan, untuk rute dari terminal Benowo ini ke mall publik layanan di siola kita siapkan kurang lebih ada 14 unit kendaraan modelnya Hi Ice,” terang Budi.

Sementara untuk biaya, lanjut Budi, uji coba pengenalan kepada masyarakat selama satu minggu masih gratis, tapi selanjutnya nanti harganya 5000 rupiah untuk dua jam perjalanan.

“Misalkan nanti berganti dari siola naik Surabaya bis dan selama belum ada dua jam masih belum bayar lagi, jadi tiketnya masih tiket sambungan. Dari kami harapannya, angkutan feeder wira wiri Surabaya ini bisa diterima dan di nikmati oleh masyarakat dengan modal transportasi baru yang lebih moderen, dimana sebelumnya kita pakai angkot yang kondisinya sudah beberapa sudah ndak layak jalan, ndak ada AC nya serta jadwalnya tidak tentu,” terangnya.

Dengan adanya angkutan feeder ini, tambah Budi, masyarakat bisa terjamin keselamatannya dan kenyamanannya. Karena angkutan ini pakai AC kemudian harganya juga murah dan waktunya bisa pasti lebih tepat karena terjadwal.

“Kapasitasnya dalam satu unit bisa 14 orang penumpang dan untuk jalurnya start dari terminal Benowo menuju ke GBT dulu. Karena juga sebagai sarana angkutan pendukung untuk Piala dunia, jadi kita ke GBT dan kembali lagi ke jalan Benowo terus ke timur sampai di kupang dan belok kiri ke Kedung doro, praban, mall siola lalu jalan embong malang dan kekiri jalan semula hingga kembali di Benowo lagi,” pungkas Staf Bidang Angkutan Dishub Kota Surabaya.

Selanjutnya, dilakukan uji coba 4 unit kendaraan tersebut dengan membawa penumpang, yaitu, Forpimcam Pakai dan Benowo, Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Benowo serta beberapa warga.

Setelah diresmikan Walikota Surabaya yang ditandai dengan pemotongan pita, kemudian angkutan feeder Benowo di lepas oleh Forpimcam Pakal dengan rute uji coba jalan GBT dan kembali ke terminal Benowo. (bah)