Eri Cahyadi Pimpin Langsung Pembongkaran Tembok yang Sempitkan Jalan Tambak Wedi

oleh -285 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama warga saat membongkar tembok yang selama ini menutupi akses Jalan Tambak Wedi Baru

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dengan membongkar tembok yang selama ini menutupi akses Jalan Tambak Wedi Baru di Kenjeran. Proses pembongkaran dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama warga pada Jumat (13/9/2024).

Tembok yang telah berdiri sejak tahun 2018 tersebut telah menyebabkan penyempitan jalan yang semula memiliki lebar 6 meter menjadi hanya 2 meter, sehingga hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sementara itu, pengendara mobil terpaksa harus memutar jauh melalui Jalan Kedinding Lor untuk mencapai Jalan Tambak Wedi Barat dan Dukuh Bulak Banteng.

Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, pembongkaran tembok ini merupakan hasil dari proses mediasi yang dilakukan dengan pemilik lahan. “Setelah bertemu dengan pemilik lahan dan melalui dialog yang baik, akhirnya akses jalan ini dapat kembali dibuka untuk umum. Alhamdulillah, tembok ini bisa kita robohkan,” ujar Eri Cahyadi.

Pasca pembongkaran, Wali Kota Eri juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya akan segera melakukan pengaspalan jalan untuk memperlancar akses warga.

“Jalan ini akan langsung diaspal hari ini, agar warga bisa menikmati akses yang lebih nyaman dan aman,” tambahnya.

Wali Kota Eri juga menjelaskan bahwa salah satu alasan tembok tersebut dibangun adalah karena adanya masalah kebersihan. Warga setempat kerap membuang sampah sembarangan di area tersebut, yang mengganggu aktivitas pemilik lahan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan area sekitar.

“Saya mohon kepada warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga bersama-sama jalan yang sudah dibuka ini, agar tetap bersih dan nyaman untuk digunakan,” pesan Eri.

Di sisi lain, Camat Kenjeran, Yuri Widarko, mengungkapkan bahwa permasalahan terkait jalan yang tertutup ini telah berlangsung selama enam tahun. Pemkot Surabaya akhirnya menyelesaikan masalah ini dengan mengakuisisi lahan seluas 416 meter persegi.

“Setelah melalui proses yang panjang, lahan ini kini telah diakuisisi oleh Pemkot untuk dibuka sebagai akses umum,” jelasnya.

Pembongkaran tembok tersebut disambut gembira oleh warga setempat. Mereka merasa terbantu karena tidak lagi harus memutar jauh untuk beraktivitas. Muhammad Sulton, salah seorang warga, menyampaikan rasa syukur atas dibukanya kembali akses jalan ini.

“Sebagai warga, kami sangat senang karena jalan ini banyak dilewati masyarakat, terutama warga Madura yang sering menuju Surabaya,” ungkapnya.

Sulton juga menambahkan bahwa selama tembok berdiri, akses warga sangat terbatas, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda empat.

“Sebelumnya, jalan ini sangat sempit dan tidak bisa dilalui mobil. Kami sering kali harus memutar, terutama ketika mengantar anak sekolah,” tuturnya.

Kini, dengan pembongkaran tembok tersebut, warga Tambak Wedi Baru akhirnya dapat kembali menikmati akses jalan yang lebih mudah dan nyaman. (dvd) 

No More Posts Available.

No more pages to load.