Gebyar Lomba BWSE Eliminasi Stunting Surabaya Jilid IV Masuki Tahap Akhir Penjurian di Kecamatan Pakal

oleh
oleh
Farannisa Adzkiya A bayi finalis katagori 24 bulan bersama tim

Surabaya, petisi.co – Gebyar Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) – Eliminasi Stunting Surabaya Jilid IV, yang dimulai sejak 30 Juni 2025 memasuki tahap akhir penjurian. Dua finalis dari Kecamatan Pakal, Naveed Kairi Agnan (1 thn) dan Farannisa Adzkiya A (2 thn) dikunjungi langsung oleh tim juri untuk melihat kondisi lingkungan dan kesehatan.

Kehadiran dewan juri yang terdiri dari, dr. Corie Indria Prasasti, Ismuninggar Wulandari, dan Zairina Amalia Hanum Safitri, di Pondok Benowo Indah, disambut langsung oleh ketua PKK kecamatan Pakal, Neneng Kartika, SE., bersama Lurah dan Ketua PKK serta Kader Surabaya Hebat, Babat Jerawat, yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Benowo dr. Aloysius Tri Joehanto.

Naveed Kairi Agnan bayi finalis katagori 12 bulan bersama tim

Neneng Kartika menyatakan warga sangat antusias mendukung gebyar lomba BWSE, dengan terbukti di kecamatan Pakal 3 finalis, 1 dari Kelurahan Sumberejo, 2 dari kelurahan Babat Jerawat.

“Tahun lalu kecamatan Pakal juara 3, sekarang sudah meloloskan 3 finalis, semoga juara,” ujarnya pada Rabu (10/9/2025).

Neneng menambahkan bahwa dalam dalam gebyar lomba BWSE ini dibutuhkan kerjasama antar tim, yaitu tim pendamping keluarga Ibu Balita di situ sendiri dan tim pendamping Balita itu terdiri dari kader IMP, kader ASI, kader PKK, dan NAKES.

“Mereka bekerjasama dengan Ibu Balita untuk lomba ini, dan nanti dilihat bagaimana perkembangan si anak setiap harinya, pola asuhnya bagaimana, terus mulai dari ada ventilasinya tidak, terus buang kotorannya itu kemana kayak gitu, masih banyak lagi,” jelasnya.

Neneng berharap dengan kegiatan ini benar benar tidak ada kasus stunting di Kecamatan Pakal dan semua bayinya sehat sehat.

Sementara itu dr. Joehanto kepala Puskesmas Benowo sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini, maka kegiatan di posyandu keluarga akan semakin maksimal , di mana teman-teman kader dan petugas puskesmas juga teman kelurahan.

“Jika anak-anak di posyandu keluarga ini sehat, maka harapannya nanti masa depan mereka di kemudian hari sebagai penerus bangsa akan lebih maksimal,” ujar dr. Joe.

Ia menambahkan bahwa keberadaan puskesmas di sini  intinya adalah bagian untuk mempersiapkan anak-anak dalam proses penjurian yang program kegiatannya dari Puskesmas juga.

Yang setiap Bulan petugas selalu turun untuk memastikan bahwa balita di masing-masing wilayah RW itu terjaga pertumbuhan dan perkembangannya lewat posyandu keluarga.

“Jadi peran kami di sini adalah memastikan bahwa anak-anak yang di wilayah puskesmas itu paling tidak pertumbuhan dan perkembangannya sudah terjamin dan apakah asupan gisinya maupun pola asupnya itu benar-benar terjaga oleh keluarganya dari masing-masing balita tersebut,” pungkasnya (joe)

No More Posts Available.

No more pages to load.