Gubernur Jatim bertemu Dubes Singapura, Ini Yang Dibahas

oleh -241 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah terlibat pembicaraan serius dengan Dubes Kwok Fook Seng

Surabaya, petisi.co – Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia HE Mr Kwok Fook Seng menyampaikan apresiasi kepada Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebagai tujuan utama investasi, bahkan terbesar kedua di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat melakukan pembahasan kerja sama dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (15/5/2025). Keduanya sepakat untuk mempererat kerjasama terutama di sektor pendidikan, kesehatan dan juga investasi.

Terkait pendidikan Khofifah mengatakan bahwa penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat menjadi konsen Pemprov Jatim. Dan Singapura menjadi negara yang memiliki keunggulan SDM yang cukup kuat.

Bahkan, ketika Diklat PKN II yang diadakan BPSDM Jatim, Khofifah sering menyampaikan terkait Global competitive less index, global talent index dan global inovation index, negara Singapura selalu unggul. “Singapura selalu ada di urutan teratas baik di tingkat ASEAN, bahkan dunia,” kata Khofifah.

Melihat tingkat kualitas SDM di Singapura yang unggul, Khofifah pernah meminta izin Kepala LAN RI agar Diklat PKN II diberi kesempatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke Singapura untuk belajar mengejar indeks inovasi maupun indeks kompetensi agar layanan publik di Jatim terus meningkat.

“Bahkan ketika ada kompetisi, dari Pemprov Jatim, pemenang kompetisi hadiahnya berupa studi banding ke Singapura untuk meningkatkan kompetensi dan inovasi,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan yang juga berdampak pada peningkatan kualitas SDM adalah program yang sedang dibahas dengan Menko Perekonomian terkait pertukaran antar pekerja bidang teknologi yang rencananya diikuti sebanyak 1.000 pekerja.

“Insya Allah Jatim dan Singapura sedang menyiapkan tim untuk pertukaran antar pekerja. Saya berharap, dari Jatim mendapat kuota tertentu sehingga anak muda Jatim memiliki kesempatan lebih besar, luas dan advance dalam penguatan di bidang teknologi,” paparnya.

Dijelaskan, terdapat beasiswa ASEAN yang bisa diakses pelajar SMA di Jatim untuk melanjutkan studi selama kurang lebih 2 tahun di Singapura. Pertukaran pelajar untuk memberikan exposure melihat perspektif dari kedua negara.

Kemudian, di sektor kesehatan Khofifah menyebut ada keberlanjutan kerjasama antara Jatim dan Singapura. Sebab, dulu ada Singapura International Foundation yang berkerjasama dengan 3 rumah sakit di Jatim, yakni RSUD Dr Soetomo, RSUD Haji dan RSUD Saiful Anwar.

“Insya Allah akan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat agar MoU dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi para pengelola rumah sakit di daerah,” ucapnya.

Terkait investasi, Khofifah mengatakan Singapura merupakan investor terbesar  di Jatim. Singapura, bagi Jatim menjadi bagian penting untuk membangun keberlanjutan, peningkatan dan kerjasama antara Pemerintah Jatim dengan Singapura dalam membangun investasi.

“Insya Allah, Juli akan ada investor Singapura datang ke Indonesia dan ke Jatim. Mudah-mudahan akan menjadi penguatan karena Singapura negara yang memberikan investasi nomor satu di Jatim,” tuturnya.

Khofifah berharap, kerjasama antara Singapura dan Jatim terus berlanjut di beberapa sektor yang sudah dibahas.  “Pertemuan yang sangat produktif dan tindaklanjut dengan tim teknis akan kita siapkan secepat mungkin,” tegasnya.

Dubes Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng menyebut Jatim adalah daerah pertama yang dikunjunginya. Dalam pertemuannya, ada kesempatan untuk membahas berbagai potensi yang bisa dikerjasamakan. Yakni investasi, pendidikan, peningkatan kualitas SDM dan kesehatan.

“Terkait kualitas SDM sangat penting karena ada bonus demografi di Indonesia maka perlu ditingkatkan kualitas SDM. Sedangkan investasi, cukup banyak perusahaan Singapura yang berinvestasi di Jatim. Juli kami mengundang investor Singapura melihat kondisi di Jatim karena Jatim investasi terbesar kedua di Indonesia,” paparnya.

Hadir dalam forum tersebut, Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Singapura Untuk Indonesia Alastair Loh, Sekretaris Kedua Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Singapura Untuk Indonesia Yang Kai Ting, Kepala Disperindag, Kepala BPSDM, dan Direktur RSUD Dr. Soetomo. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.