Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Elemen Bangsa Teguhkan Semangat Bela Negara

oleh -139 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah menyerahkan piagam penghargaan di Hari Bela Negara

Surabaya, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat bela negara sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, tangguh dan berdaulat.

Ajakan tersebut, disampaikan Khofifah dalam rangka Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jatim, Jumat (19/12). “Peringatan Hari Bela Negara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi sejarah perjuangan bangsa yang lahir dari situasi krisis dan keterbatasan,” ujarnya

Setiap tanggal 19 Desember, Khofifah menyenut bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, sebagai bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga keberlangsungan Republik Indonesia di tengah ancaman agresi militer saat itu.

“Hari Bela Negara tidak lahir dari kondisi yang nyaman. Ia lahir dari kondisi krisis yang menguji eksistensi Republik Indonesia. Dari pengalaman Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), kita belajar bahwa negara dapat tetap berdiri ketika warganya memiliki keberanian, kecerdikan, dan solidaritas untuk menjaga kedaulatan,” jelasnya.

Peringatan Hari Bela Negara tahun 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tantangan itu, mulai dari dinamika geopolitik global, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga ancaman non-konvensional, seperti serangan siber, radikalisme, bencana alam. Hari Bela Negara ini merupakan momentum penting bagi kita untuk meneguhkan tekad berkontribusi mewujudkan Indonesia Maju.

“Bela negara tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai peran dan profesi masing-masing warga negara. Bela negara adalah tentang disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan nasional,” paparnya.

Semangat bela negara, tambahnya, bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan. Melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Bela negara merupakan tugas bersama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bela Negara di Indonesia bukan hanya terkait pada aspek militer saja, melainkan dapat merangkul semua lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.  Setiap tindakan, yang dilandasi cinta kepada bangsa dan negara, cinta kepada Pancasila dan NKRI adalah wujud konkrit Bela Negara,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini, Khofifah berharap semangat kebangsaan dan cinta tanah air terus tumbuh serta diwujudkan dalam tindakan nyata di berbagai bidang kehidupan.

“Dengan demikian pembangunan nasional dapat berjalan beriringan dengan penguatan persatuan dan kesiapsiagaan bangsa menghadapi dinamika global,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.