Gubernur Khofifah Komitmen Sinergikan Sinergi Nawa Bhakti Dengan Asta Cita

oleh -294 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah berbincang santai dengan Wagub Emil

Magelang, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak telah selesai mengikuti seluruh rangkaian agenda Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat (28/2/2025).

Usai retreat ini, Khofifah menyatakan komitmennya bahwa Jatim siap mensinergikan Nawa Bhakti Satya dengan Asta Cita. Bahkan, siap untuk menjadi mitra kepala daerah khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan sesuai yang tertuang dalam Asta Cita kedua seiring program Kementerian Pertanian.

“Sebetulnya saling share, tidak ada yang lebih. Mungkin ini ada yang lebih duluan, berpengalaman, lalu saling melengkapi. Kita ingin keunggulan-keunggulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah akan muncul eksplorasinya, mungkin bisa variatif dan ini bisa menyemangati semua kepala daerah,” ujarnya

Menurutnya, retreat adalah momentum untuk mengintegrasikan format berfikir secara sistemik dan programatik dari seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia. Hal tersebut, bukan hal yang mudah dan sederhana karena memerlukan konsolidasi pemikiran serta konsolidasi program.

“Itu tidak mudah, ada perspektif-perspektif yang harus dikonsolidasikan secara pemikiran dan secara programatik supaya sistem pemerintahan dari pusat, provinsi maupun kabupaten kota itu semua in line,” paparnya.

Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU ini mengaku berbagai materi yang didapat selama retreat sangat berkualitas. Terutama bagaimana pemerintahan daerah bisa turut mendukung terwujudnya Asta Cita yang berseiring dengan program pembangunan di daerah masing-masing.

Meski begitu, ia sempat menggarisbawahi tentang Asta Cita yang menurutnya perlu dilakukan breakdown lebih detail. Diantaranya Asta Cita kedua, keempat dan keenam.

“Saya sampaikan Asta Cita kedua, keempat, keenam ini harus di breakdown lebih detail. Asta Cita kedua terkait dengan ketahanan nasional terutama ketahanan energi ketahanan pangan dan air,” jelasnya.

Dia menyebut Asta Cita kedua berkaitan dengan ketahanan pangan. Ketahanan pangan bisa dipetakan dengan sangat detail dan tidak harus merujuk pada satu komoditi, tetapi bisa disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah.

“Seperti palawija, ayam pedaging dan petelur, kemudian daging sapi. Sapi itu sesuatu yang possible untuk bisa di break down sesuai potensi lokal. Untuk itu, Jatim siap jadi mentor bagi daerah-daerah lain,” tuturnya.

Di Singosari Kabupaten Malang, lanjut Khofifah, terdapat Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementan. Itu menjadi salah satu faktor tingginya populasi sapi baik potong maupun perah di Jatim. “Karena ekosistemnya terbangun dengan baik, kami siap menjadi mentor agar swasembada daging bisa kita lakukan,” ucapnya.

Kemudian Asta Cita keempat tentang bagaimana meningkatkan kualitas SDM baik pendidikan, kesehatan, maupun saintek. Lalu Asta Cita keenam terkait pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan penurunan kemiskinan.

“Jadi, ini kalau bisa dibikin lebih detail lagi terasa akan memudahkan bagaimana kita bisa membangun sinergitas antara program di tingkat nasional regional maupun lokal,” tegasnya.

Khofifah juga menggarisbawahi tentang innovative financing yang memang harus menjadi perhatian utama bagi seluruh kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Innovative financing harus dilakukan seluruh kepala daerah yang saat ini harus menindaklanjuti Inpres terkait efisiensi.

“Apa yang kita bisa menginisiasi percepatan untuk bisa mentransformasikan ilmu yang didapat di sini itu lebih memudahkan bagaimana sebetulnya innovative  financing yang bisa kita lakukan lebih luas lebih besar,” tuturnya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah memaknai Retreat Kepala Daerah kali ini sebagai forum silaturahim yang tidak mudah dan tidak murah. Pasalnya melibatkan banyak sekali kepala daerah yang tentunya berkaitan dengan penyesuaian waktu dan agenda masing-masing kepala daerah.

“Saya pun harus kejar-kejaran bagaimana kita melakukan reshcedule dengan DPRD Jatim yang tadinya kita akan menyampaikan visi misi tanggal 3 tapi karena sertijab di kabupaten kota itu maksimal 14 hari kerja setelah dilantik,” ujarnya.

Memasuki Bulan Ramadan 1446 Hijriyah, Khofifah secara khusus berpesan agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih dan para pedagang tidak melakukan penimbunan. Tujuannya agar stabilisasi harga bisa dijaga dan dilakukan bersama-sama.

“Selamat menyambut bulan Ramadan 1446 Hijriyah kalaupun ada kebutuhan kebutuhan yang harus dipenuhi minta tolong jangan di lakukan proses pembelian berlebih. Jangan panic buying, sekalian juga pedagang jangan menimbun,” pungkasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.