PETISI.CO
Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Untag,
PENDIDIKAN

Gubernur Khofifah Pastikan Mahasiswa Untag Punya Kesempatan Sama Divaksin

SURABAYA, PETISI.CO – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Indar Parawansa mengatakan kampus merupakan salah satu pilar penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, vaksinasi di kampus menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan Indonesia Herd Immunity.

Hal itu dikatakan Khofifah kepada wartawan di sela meninjau pelaksanaan vaksinasi mahasiswa di Kampus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 Surabaya, Selasa (14/9/2021).

Dijelaskan, vaksin bagi mahasiswa merupakan jatah 5 persen dosis vaksin dari Kemenkes untuk pemerintah provinsi (pemprov) sebagai buffer. Seminggu dua kali pemprov menerima vaksin dari Kemenkes.

“Pemprov Jatim setiap kali vaksin datang seminggu dua kali, Pemprov mendapatkan buffer 5 persen. Karena pada dasarnya seluruh vaksin dari Kemenkes sudah adanotice nya untuk siapa dan berapa,” ujarnya.

Baca Juga :  Positif Covid-19, Gubernur Khofifah Minta Doa Kesembuhan Masyarakat Jatim

Dari jatah 5 persen buffer tersebut, pemprov bisa melakukan vaksinasi setiap waktu. Baik bagi mahasiswa maupun warga yang tidak terdata sebagai penduduk Jatim.

“Anytime anywhere. Hari ini di Banyuwangi, Probolinggo ada yang tersupport dari buffernya Pemprov. Mereka yang tidak ber-KTP kabupaten/kota di Jatim itu juga bisa disapa dengan buffernya Pemprov,” paparnya.

Oleh karena itu, Khofifah memastikan ribuan mahasiswa Untag dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk menerima vaksinasi di Jatim.

“Mungkin dari mahasiswa Untag ini kan dari mana-mana, monggo. Sangat memungkinkan kita bisa support hari ini Insya Allah buffer cukup. Tapi minggu depan datang lagi dua kali dan seterusnya. Jadi monggo dengan suka cita,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa Papua Aman Kuliah di Unitomo

Rektor Untag Mulyanto Nugroho mengucapkan terima kasih atas bantuan vaksin dari Pemprov Jatim. Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa Untag sendiri saat ini hampir mencapai 14.000 orang.

Pada minggu ketiga bulan ini, Untag telah meluringkan (off line) empat program studi (Prodi) mengingat kondisi di Surabaya telah memasuki level 2 dan level 1 di Sidoarjo.

Kemudian dilanjut pada minggu kelima mendatang. “Sehingga kita berani akan meluringkan. Karena itu, kami mohon ibu gubernur untuk bisa membantu kami sehingga anak-anak kami bisa luring,” tambahnya.

Baca Juga :  Mbah Moen Wafat, Khofifah Sampaikan Duka Cita Mendalam

Namun, lanjut Mulyanto, setidaknya 7.000 mahasiswa semester 1-3 belum bisa menikmati kampus. Rencananya mereka baru akan melakukan proses luring pada akhir Oktober 2021 hingga awal November 2021 mendatang.

Saat ini, Untag memiliki 3.400 mahasiswa baru. Mayoritas menginginkan agar proses belajar dilakukan secara  luring.

“Ketika daftar tanya ini luring atau daring? Kalau daring nggak jadi (daftar). Maka kita jawab luring, tapi karena kita masih PPKM level 3 sehingga kami belum berani,” ujarnya. (bm)

terkait

Persiapan Belajar Tatap Muka, Satgas Covid-19 Temukan Banyak Catatan Prokes di SMAN 1 Sumenep

redaksi

Polres Gresik Terima Kunjungan Study Tiru Pembangunan ZI

redaksi

Nesaba Gelar Class Meeting dan Show Case Produk Unggulan Sekolah

redaksi