Sidoarjo, petisi.co – Bertepatan dengan peringatan hari bumi, 22 April, SMA Wachid Hasyim 2 Taman kedatangan tamu spesial, Save Soil Ambassador Konstantin Zulske.
Pemuda 28 tahun asal Jerman ini tengah menjalankan misi global kampanye penyelamatan tanah dengan berkeliling dunia menggunakan sepeda kayuh.

SMA Wachid Hasyim 2 Taman, diketahui menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Timur, yang disinggahi Konstantin setelah ia menempuh perjalanan jauh.
Sebelumnya ia sempat menginjakan kaki di Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah dan akhirnya tiba di Sidoarjo.
“Ke Indonesia, saya awali dari Jakarta, kemudian Bandung. Berikutnya ke Tasikmalaya, lalu Cilacap dan Jogyakarta. Sekarang tiba di Sidoarjo. Selama perjalanan itu, saya mengunjungi sejumlah sekolah, kampus, dan komunitas. Khusus di Jawa Timur, hanya sekolah ini yang saya datangi,” aku Konstantin, Rabu (22/4/2026).
Dirinya sengaja memilih singgah ke SMA Wachid hasyim 2 Taman, karena para pelajar maupun gurunya konsisten dalam pelestarian alam, utamanya menjaga kesuburan tanah. Hal itu ia ungkapkan saat berdialog terkait kepedulian lingkungan di ruang pertemuan.
“Saya senang mendengar penjelasan para murid dan guru disini. Dari situ, saya mengetahui, jika sekolah ini benar-benar peduli lingkungan. khususnya dalam menjaga kelestarian bumi. Tadi disampaikan sekolah ada program cinta alam, punya juga hutan wakaf sebagai upaya melindungi ekosistem dan lumbung pangan di krian. ini bagus sekali, ” pujinya.
Kehadiran Konstantin Zulske disambut baik oleh Kepala SMA Wachid hasyim 2 Taman, Ummi Nahdliyah dan para guru serta Murid-murid. Pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih atas edukasi yang diberikan Konstantin terkait pemahaman keberlangsungan kehidupan sangat bergantung pada kesehatan tanah sebagai sumber utama ekosistem.
“Alhamdulillah, untuk kesekian kali sekolah kami kedatangan tamu istimewa, Volunteer Save Soil. Dalam kesempatan dialog, beliau (Konstantin) mengajak kita semua yang ada di sekolah untuk senantiasa menjaga dan merawat tanah,” tutur Ummi.
Ajakan itu, lanjutnya, bukan tanpa alasan. Konstantin mengingatkan unsur hara bagi kesuburan tanah semakin hari terus berkurang. Sehingga dibutuhkan gerakan massal dalam menjaga tanah dan melestarikan bumi.
Ummi menyebut Konstantin Zulske merupakan tokoh muda inspiratif bagi para pelajar dunia. Ia tidak hanya menguasai pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesuburan tanah demi masa depan bumi. Namun juga mampu membangkitkan kepedulian generasi muda dalam menjaga kualitas tanah bagi sumber kehidupan.
“Beliau (Konstantin) tak hanya berbagi cerita, namun juga membuka sesi tanya jawab interaktif. Semua diberi kesempatan berdialog, menanyakan berbagai hal seputar gerakan penyelamatan tanah dan pengalaman bersepedanya keliling dunia,” ujar Ummi.
Sementara itu, para siswa berpendapat kehadiran Konstantin Zulske menjadi momentum penting bagi mereka. Karena bisa belajar langsung dari sosok yang telah membawa misi lingkungan lintas negara.
“Tuan Zulske ini effortnya luar biasa. Beliau merupakan aktivis lingkungan dari Jerman, keliling dunia beribu-ribu kilometer hingga akhirnya sampai di Indonesia. Misinya cuman satu menyampaikan pesan selamatkan masa depan bumi dan tanah,” ucap siswa kelas X, Muhammad Ridlo Al Mahbuby Hidayat Putra.
Menurut Al panggilan akrabnya, ia mengutip pesan alarm tanda bahaya yang disampaikan Zulske bahwa bumi di masa mendatang terancam kerusakan. Guna menanggulangi hal itu agar tidak terjadi, para pelajar antusias menyimak preservasi tanah yang dipaparkan Zulske.
“Tuan Zulske dalam paparannya mengatakan 60 tahun lagi bumi akan kehilangan tanah dan ini berbahaya sekali. Karena tanah 87 persen sumber penghidupan dari makhluk hidup,” tutur Al.
Karena itu, ia bersama siswa lain turut mengkampanyekan kesadaran dunia terhadap krisis degradasi tanah yang kian mengkhawatirkan. Kampanye secara masif tentang degradasi tanah saat ini telah menjadi persoalan global yang mendesak.
“Mengajak semua murid dan guru di sekolah ini, untuk menyuarakan betapa krusialnya peran tanah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan ketahanan pangan dunia,” tutupnya.
Usai berdialog di SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Konstantin Zulske diajak untuk melakukan penanaman pohon di lumbung pangan milik YPM yang berlokasi di Krian.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
SMA Wachid Hasyim 2 Taman menegaskan komitmennya dalam mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap keberlangsungan bumi.
Konstantin Zulske diketahui telah melakukan ekspedisi bersepeda lintas benua sejauh 15.000 km dari Eropa hingga Asia.
Aksi tersebut dilakukannya sebagai bentuk kampanye nyata untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tanah.
Dalam perjalanan kampanyenya, Konstantin telah melintasi sejumlah negara di antaranya Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, India, dan kini Indonesia.
Selepas dari Sidoarjo, ia akan melanjutkan mengayuh sepeda menuju Banyuwangi dan kemudian menyeberang ke Bali. (luk)






