Peringati Hari Bumi, GMNI Unisla Tekankan Pentingnya Keadilan Ekologis bagi Rakyat Kecil

oleh
oleh
Aksi penanaman pohon oleh DPK GMNI Unilsa

Lamongan, petisi.co – Memperingati Hari Bumi, DPK GMNI Unisla menginisiasi “Gerakan Hijau Marhaenis”. Aksi ini dilakukan di tengah kepungan suhu ekstrem dan krisis ekologi yang kian mencekik, yang menegaskan bahwa membela bumi adalah cara paling konkret untuk membela rakyat kecil.

Bukan orasi di atas podium, melainkan tangan yang kotor oleh tanah. Ratusan bibit pohon ditanam di titik-titik krusial sebagai respons atas degradasi alam yang kian mengkhawatirkan. Bagi GMNI Unisla, krisis sampah dan perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan realita yang sedang menghimpit hari ini.

Ketua Komisariat GMNI Unisla, Mohammad Ali Khaidari atau yang akrab disapa Bung Haidar menekankan sudut pandang yang tajam: Kerusakan lingkungan adalah masalah kemanusiaan. “Keadilan sosial tak bisa berdiri tanpa keadilan ekologis. Petani dan nelayan kaum Marhaen kita adalah barisan pertama yang tumbang saat sumber air mengering dan iklim tak lagi bisa ditebak,” ujar Haidar dengan tegas, (Jum’at, 24/4).

Penanaman pohon ini dipilih sebagai simbol keberlanjutan. GMNI menilai, saat alam rusak, maka sandaran hidup rakyat hilang. Haidar menambahkan, menanam pohon berarti menanam harapan bagi kedaulatan pangan dan air di masa depan.

Melalui momentum Hari Bumi ini, GMNI Unisla Lamongan mengirimkan pesan kuat bagi seluruh elemen pemuda: Pulihkan ekosistem atau hadapi keruntuhan. Sebuah ajakan untuk kembali menengok tanah kelahiran dan mengambil peran aktif demi masa depan yang tidak hanya hijau, tetapi juga berkeadilan. (yus)

No More Posts Available.

No more pages to load.