Bersepeda Keliling Dunia, Sahil Datangi SMA Wachid Hasyim 2 Taman Ajak Suarakan Penyelamatan Tanah

oleh
oleh
Sahil Jha (berhelm tengah) bersama kepsek SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Ummi Nahdliyah (busana batik orange) dan para pelajar

Sidoarjo, petisi.co – SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sepanjang Sidoarjo menjadi satu-satunya lembaga sekolah yang didatangi Sahil Jha, pelajar 19 tahun asal India yang saat ini tengah berkeliling dunia menggunakan sepeda kayuh, untuk menyuarakan penyelamatan tanah dari ancaman krisis global.

“Sahil Jha berkunjung ke sekolah kami pada Senin 9 Juni kemarin. Ia mengatakan lembaga kami menjadi satu-satunya sekolah yang dikunjungi. Selebihnya yang dia singgahi umumnya instansi dan kampus. Ini tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi kami,” ungkap Kepala SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Ummi Nahdliyah saat ditemui di ruang kerjanya kamis, (12/6/2025).

Nadya Khalila (tengah) menjadi translator sekaligus pemandu dialog pelajar SMA Wachid Hasyim 2 Taman dengan Sahil  (kiri)

Menurut Sahil, SMA Wachid Hasyim 2 Taman sengaja ditujunya karena memiliki spirit yang sama dalam menjaga kelestarian tanah dari ancaman kerusakan lingkungan. Salah satunya yakni program seminyak yang digagas sekolah untuk mengeliminer prilaku negatif masyarakat membuang sisa minyak goreng ke tanah.

“Program  seminyak atau sedekah minyak jelantah yang digagas SMA Wachid Hasyim 2 Taman mendapat apresiasi dari Sahil. Sehingga diharapkan tidak ada lagi prilaku buang sisa minyak goreng ke tanah atau ku e air yang dapat mencemari lingkungan,” terangnya.

Ummi menyampaikan rasa keprihatinan mendalam Sahil terhadap penurunan kesuburan tanah. Ia bahkan berani menyebut unsur hara pada tanah saat ini sudah sangat jauh berkurang, yakni tinggal 10 persen saja.

“Sahil sempat menganonimkan kondisi tanah yang kritis diibaratkan satu buah jeruk di masa nenek moyang dulu, jika dikonsumsi tingkat nutrisinya setara dengan delapan buah jeruk saat ini,” terang kader fatayat ini.

Sosok Sahil Dimata para pelajar bisa menjadi contoh sekaligus motivator bagi generasi muda lainnya untuk turut menjaga kelestarian dan kesuburan tanah.

“Sahil bisa menjadi figur influence yang baik bagi kami, khususnya pelajar di Sidoarjo. Sikapnya yang aware dan konsern pada penyelamatan tanah patut ditiru dan diteruskan,” tutur pelajar kelas XI, Nadya Khalila.

Semangat keberanian Sahil bersuara tentang kerusakan tanah diharapkan juga bisa dilakukan oleh pelajar lainnya. Demi mencegah degradasi kesuburan tanah.

“Yang menjadi poin penting dalam dialog bersama kami tadi, intinya Sahil mengajak para pelajar untuk turut berani bersuara mencegah kerusakan tanah. Karena kita tidak akan tahun 25 tahun ke depan, tanah kita akan seperti apa jika tidak kita jaga bersama,” tandas Nadya.

Gadis kelahiran asli Sidoarjo ini menambahkan pesan yang disampaikan Sahil satu diantaranya yakni pentingnya menjaga kesuburan tanah demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

“Berbagai fakta tentang krisis tanah, dampaknya terhadap krisis pangan dan iklim. Jadi apa yang kita tanam, itulah yang kita makan. Maka jika tanah telah rusak dampaknya tentu merugikan kesehatan kita. Artinya generasi mendatang akan kehilangan banyak nutrisi,” jabarnya.

Pendapat senada disampaikan Azkia Putri Rochmi, yang menilai aksi Sahil bersepeda keliling dunia membawa misi untuk menyerukan ajakan menyelamatkan tanah “Save Soil” patut diacungi jempol.

“Krisis degradasi tanah menjadi ancaman global yang serius bagi ketahanan pangan, stabilitas iklim, dan keanekaragaman hayati. Sahil mengungkapkan degradasi tanah mempercepat perubahan iklim melalui peningkatan emisi CO₂ dan kelangkaan air,” beber pelajar kelas X, kelahiran Ngawi ini.

Mengakhiri pertemuan di SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sahil mengajak seluruh komponen yang ada di lembaga sekolah ini untuk membubuhkan tanda tangan diatas spanduk deklarasi komitmen menjaga tanah dari kerusakan.

Sebelum berpamitan untuk melanjutkan perjalanan berkeliling dunia menggunakan sepeda kayuh, Sahil menyerahkan satu tanaman Pule untuk ditanami hutan Wakaf SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

“Beliau secara simbolis menitipkan satu tanaman Pule kepada kami untuk ditanam di hutan wakaf yang dikelola Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) yang lokasinya ada di Mojokerto. Tujuannya untuk kelestarian alam dan penghijauan,” tutup Ummi menirukan ucapan Sahil. (luk)