Kinerja Positif TPK Sorong Triwulan I 2026, Throughput Tumbuh 10 Persen

oleh
oleh
Bongkar muat pelabuhan terminal petikemas Sorong

Sorong, petisi.co – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan kinerja gemilang di Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong selama triwulan I tahun 2026. Volume arus peti kemas (throughput) berhasil mencapai 16.131 TEUs atau tumbuh 10 persen melampaui target yang ditetapkan sebesar 14.616 TEUs.

Pencapaian ini didorong oleh berbagai faktor, di antaranya tingginya arus angkutan barang menjelang dan selama periode Hari Raya Idulfitri, serta perubahan pola distribusi atau transhipment kapal PT SPIL yang kini mengalirkan arus peti kemas melalui Pelabuhan Sorong.

Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari proses transformasi yang terus dilakukan. Pelabuhan Sorong yang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi terminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Pembekalan dan penyegaran pengetahuan kepelabuhanan terus kami lakukan untuk memastikan petugas operasional memiliki kompetensi yang memadai,” ujar Welta dalam keterangannya, Senin (17/04).

Menurutnya, penguatan kompetensi SDM sangat penting agar pihaknya siap menghadapi dinamika industri logistik yang semakin kompetitif dan menuntut efisiensi tinggi.

Sementara itu, Ketua ALFI/ILFA Pelabuhan Sorong, Wawan, mengapresiasi capaian tersebut namun mengingatkan agar manajemen tidak berpuas diri. Ia menekankan bahwa pertumbuhan volume perlu dijaga dan ditingkatkan melalui sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT).

“Sinergi dengan stakeholder menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus logistik di Sorong dan sekitarnya. TPK Sorong juga perlu terus memantau tren kinerja agar pertumbuhan tetap berkelanjutan,” ujar Wawan.

Ia juga menambahkan pentingnya menjaga kualitas layanan serta keterbukaan terhadap masukan dari pengguna jasa sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Di samping peningkatan aspek operasional, manajemen TPK Sorong juga mulai mendorong inisiatif keberlanjutan (sustainability). Salah satu langkah nyata yang direncanakan adalah pembangunan rumah pembibitan tanaman sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung transformasi TPK Sorong menjadi terminal yang tidak hanya unggul dalam efisiensi operasional, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. (joe)