Gus Ipul Ajak PT Smelting Perkuat Industri Pengolahan

oleh
Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf didampingi Bupati Gresik, Direktur Utama beserta jajaran staf PT. Smelting acara pemotongan tumpeng.

GRESIK, PETISI.CO – PT. Smelting merupakan satu-satunya smelter yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 20 tahun lalu. Oleh sebab itu, sebagai bentuk meningkatkan kerjasama, PT. Smelting harus ikut memperkuat industri pengolahan yang ada di Jatim.

“Hal tersebut sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo pada Rapat terbatas beberapa hari yang lalu, dimana Prov. Jatim diminta untuk fokus terhadap pengembangan industri olahan, perdagangan, jasa dan pertanian. PT. Smelting menjadi bagian penting didalamnya,”  Demikian disampaikan Wagub Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat Syukuran PT. Smelting di Kantor PT. Smelting, Kab. Gresik, Jumat (17/3/2017).

Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, keberadaan PT. Smelting sangat membantu neraca perdagangan Jatim. Produk PT. Smelting 60 persen untuk di ekspor, dan 40 persen sisanya diserap pasar dalam negeri.”Dengan adanya industri pengolahan seperti PT. Smelting, bahan baku bisa diolah di Jatim. Investor haru mendatangkan bahan baku untuk diolah di Jatim, bukan mengirim bahan baku keluar Jatim. Tujuannya adalah ada nilai tambah bagi neraca perdagangan Prov. Jatim,” ujarnya. Smelter, ucapnya berkontribusi terhadap tersedianya asam sulfat bagi pabrik pupuk, khususnya PT. Petrokimia Gresik. Dengan tercukupinya bahan baku pupuk maka jalan untuk meningkatkan produktifitas pertanian semakin besar. “Pemprov Jatim akan mendukung keberadaan PT. Smelting di Jatim, karena selain meningkatkan neraca perdagangan tapi juga ambil bagian dalam program ketahanan pangan di Indonesia. Dimana Jatim menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” ucap Gus Ipul.

Wagub Jatim menginginkan agar kapasitas smelter bisa naik tiga kali lipat dari sekarang. Dimana saat ini, kapasitas produksinya sebesar 300 ribu ton/tahun. “Alangkah lebih baik kalau PT. Smelting bisa meningkatkan kapasitas produksinya 1 – 3 juta ton/ tahun. Sehingga, suplai asam sulfat untuk pabrik pupuk juga meningkat,” tambahnya.

Gus Ipul menambahkan agar para investor lain di Jepang untuk ikut mengolah bahan baku di Jatim. Pemprov Jatim memberikan jaminan dalam berinvestasi ( government guarantee ) meliputi kemudahan perijinan, pengadaan lahan, ketersediaan energi/listrik dan iklim buruh yang demokratis.

Sebagai informasi, produk utama dari PT. Smelting adalah katoda tembaga. Sedangkan produk sampingan diantaranya asam sulfat, gipsum, copper slag, lumpur anode dan teluride tembaga. Mengingat produk sampingan berupa asam sulfat dan gypsum yang sangat banyak  menjadikan alasan smelter dibangun berdekatan dengan Pabrik Petrokimia dan Pabrik Semen Indonesia. Tujuannnya adalah agar ramah lingkungan dan efisien.

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2016 nilai impor besi dan baja Jawa Timur sebesar US$ 1,23 Milyar atau memberikan kontribusi sebesar 7,85% terhadap total impor non-migas Jawa Timur yang sebesar US$ 16,68 Milyar. Dari seluruh kelompok barang utama impor non-migas Jawa Timur, kelompok barang besi dan baja menempati peringkat kedua terbesar setelah komoditi mesin-mesin/peralatan mekanik. Di Jawa Timur  terdapat 55 perusahaan logam dasar besi baja, dengan produk utama berupa billet baja/bloom, baja lembaran, pipa baja, besi beton dan kawat baja. Industri tersebut umumnya tersebar di daerah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. (bon)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.