Gus Ipul: Keterampilan dan Profesionalitas Kunci Kesuksesan

oleh
Gus Ipul menerima cinderamata dari Branch Manager LP3I Royke Titaley

SURABAYA, PETISI.CO – Kesuksesan ditentukan banyak faktor. Dua hal yang dianggap penting menurut Gus Ipul-sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim, ialah penguasaan keterampilan dan sikap profesionalitas. Pandngan ini disampaikannya dalam perayaan Ulang Tahun Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia  (LP3I) di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (22/4/2017).

Gus Ipul menghaturkan apresiasinya pada LP3I yang selama ini fokus pada pendidikan keterampilan. “Sekarang ini pintar saja tidak cukup tapi orang harus punya keterampilan yang menjadi keunggulan dirinya,” ujarnya.

Ia mengingatkan para lulusan LP3I agar tidak setengah-setengah dalam melakukan suatu pekerjaan. Para lulusan juga harus bersungguh-sungguh dan serius. Sebagai contoh kalau jadi wirausaha atau pedagang, jadilah pedagang yang jujur dan terampil. Selain itu, mereka juga harus punya pengetahuan tentang apa yang jadi pekerjaannya.

“Selanjutnya, kita harus melakukan pekerjaan dengan baik. Pintar itu perlu, tapi pintar saja tak cukup. Keterampilan sangat penting disini. Bangsa akan maju kalau punya keterampilan yang baik,” katanya.

Menurut Gus Ipul, faktor penting lainnya ialah profesionalitas. Orang yang akan cepat dapat pekerjaan adalah orang yang profesional. Orang yang profesional ini, ujarnya, akan bekerja sepenuh hati dan mencurahkan semua yang kemampuan yang dimiliki pada profesinya. Ciri lain orang yang profesional adalah taat kepada kode etik. Misal dokter harus taat pada kode etiknya karena profesi ini berhubungan terhadap hidup seseorang.

“Penghasilan atau gaji juga penting, karena pada dasarnya orang profesional bekerja mencari nafkah dari profesinya. Akan tetapi kita juga harus tau hak dan kewajiban kita dengan baik. Dan profesional ini salah satu kewajiban yang harus kita lakukan sebelum menuntut hak atau gaji kita,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, orang yang akan jadi pemenang adalah yang dekat dengan Tuhan. Dalam hal ini memiliki spiritual happiness. Selain itu, ia juga harus  tangguh, kuat dan tidak pernah putus asa. “Ia juga harus cerdas, yakni menggunakan akal sehatnya dengan baik. Orang yang bahagia otaknya jalan, dan kita harus malu jika menjadi orang bodoh,” katanya.

Ke depan persaingan akan lebih ketat, untuk itu, Gus Ipul kembali mengingatkan agar para lulusan lembaga pendidikan pandai melihat peluang. Banyak orang sukses lahir dari bisa melihat peluang. Di saat orang lain melihat sesuatu sebagai masalah, ia justru melihat sebagai peluang. “Makanya sekarang jangan putus asa, banyak kasus yang kecil bisa mengalahkan yang besar. Jadilah orang yang punya mimpi dan cita cita besar. Bikin rencana yang baik dalam hidupmu. Maju terus LP3I, semoga makin sukses dan lulusannya juga sukses,” pungkasnya. (cah/dewi)