Hari Ibu, Menteri PPPA: Tonggak Penting Gerakan Perempuan Indonesia

oleh -388 Dilihat
oleh
Didampingi Wagub Emil, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi diwawancarai wartawan

Surabaya, petisi.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan Hari Ibu bukan sekadar momentum penghormatan kepada sosok ibu dalam keluarga. Tetapi tonggak penting gerakan perempuan Indonesia.

Hal itu disampaikan Arifatul usai menghadiri puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Rabu (24/12). Peringatan Hari Ibu dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan sejumlah Kepala OPD.

“Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember sejatinya merupakan bentuk penghargaan bangsa terhadap sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, ruang bagi perempuan kini semakin terbuka. Ibu Khofifah adalah contoh nyata, Gubernur perempuan pertama di Jatim. “Seperti pesan RA Kartini, ketika seorang perempuan mengangkat dirinya, sesungguhnya ia sedang mengangkat keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya,” ucapnya.

Karena itu, dia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jatim, khususnya Gubernur Khofifah beserta seluruh jajaran, atas komitmen dan kerja dengan hati dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ibu.

“Apresiasi ini bukan hanya untuk pelaksanaan peringatan Hari Ibu, tetapi juga untuk berbagai program penguatan dan pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan Jatim. Salah satunya yang kita saksikan bersama, bagaimana memuliakan Ibu Pertiwi melalui aksi nyata menanam mangrove,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Arifatul menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berdasarkan analisis internal kementerian, terdapat lima faktor utama penyebabnya, yakni tekanan ekonomi, pola asuh dalam keluarga, pengaruh media sosial, lingkungan, serta praktik pernikahan usia anak.

“Dari 90 persen kasus yang kami tangani langsung, faktor media sosial menjadi pemicu utama. Karena itu, mari kita perkuat pondasi agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti anak-anak kita. Prestasi akademik penting, tetapi karakter adalah fondasi utama,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Dia menyebut peringatan Hari Ibu sebagai momentum istimewa yang mengingatkan bangsa pada sejarah panjang pergerakan perempuan sejak 1928.

Peran perempuan sangat signifikan dalam perjuangan menuju kemerdekaan dan pembangunan bangsa hingga hari ini. Aspirasi perempuan harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Representasi perempuan, baik di tingkat desa, politik, maupun berbagai profesi, adalah keniscayaan.

“Terbukanya ruang kesempatan telah dibuktikan dengan banyaknya prestasi akademik dan profesional yang diraih perempuan Indonesia. Hal ini menegaskan posisi perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki dalam membangun bangsa,” paparnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.