Hari Pertama PTM, Siswa Belajar Dengan Risiko Atap Runtuh

oleh -67 Dilihat
oleh
Suasana belajar mengajar PTM hari pertama di SDN Tunjung 4 Kecamatan Burneh.

BANGKALAN, PETISI.CO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dimulai sejak hari ini, Senin (06/09/2021) menimbulkan kekhawatiran baru bagi para siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Tunjung 4 Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Kekhawatiran tersebut timbul lantaran atap gedung sekolah yang dikhawatirkan runtuh saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kondisi atap di salah satu sudut di SDN Tunjung 4 Kecamatan Burneh.

Kepala sekolah SDN Tunjung 4, Dewi Sulistianingsih, S.Pd saat ditemui mengutarakan dirinya mulai masuk sebagai Kepala sekolah di SD Negeri Tunjung 4 sekitar tahun 2020. Kepala sekolah sebelum dirinya juga sudah mengirimkan proposal.

“Kami sudah mengajukan proposal perbaikan untuk 4 lokal ruang kelas yang rusak berat ini beberapa kali. Terakhir dari Dinas Pendidikan menyarankan untuk memperbaharui Dapodik. Dapodik sudah kami perbaharui, dalam dapodik telah dicantumkan rusak. berarti, namun belum ada kejelasan hingga PTM hari pertama ini dilaksanakan,” paparnya.

Menurut Sulis, SD Negeri Tunjung 4 tersebut memiliki 217 orang siswa. “Jumlah siswa yang masuk sekolah 50% sesuai aturan dan kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Untuk yang ruang kelas 4, 5 dan kelas 6 ini yang mengkhawatirkan. Kami hanya mampu sedikit mengecat agar siswa yang belajar merasa nyaman meski khawatir atapnya,” sambungnya sembari berharap adanya perhatian dan tindak lanjut atas 4 lokal (ruang kelas) yang rusak berat tersebut.

Salah seorang wali murid, Anton warga perumahan Tunjung mengutarakan kekhawatirannya. “Coba sampeyan lihat mas, kalau asbes nya runtuh, lantas siapa yang akan bertanggung jawab terhadap keselamatan murid-muridnya?,” ujarnya dengan nada cemas.

Sementara itu, ditemui di sela-sela kesibukannya memantau PTM, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan, Dewi Ega menyampaikan bahwa sekarang sudah tidak menggunakan proposal.

“Sekarang sudah gak pakai proposal. Semua by sistem, sekarang melihatnya sudah dari Dapodik.” ujarnya.

Terakhir, Ega menyampaikan dirinya akan berkoordinasi dengan korwil. “Nanti kami ini (koordinasi) dengan pak Korwil nya dulu,” tutupnya. (san)

No More Posts Available.

No more pages to load.