Surabaya, petisi.co – PT Loka Refractories Wira Jatim gelar peringatan isra Mi’raj yang bersamaan dengan tasyakuran ke 107 hari jadi PT LOKA, yang dilaksanakan di halaman Kantor Loka Refractories, Jalan Mastrip 24, Karangpilang Surabaya, pada Kamis (15/1/2026).
Tasyakuran yang dihadiri Direktur Utama Wira Jatim Group, Ir. H.Erlangga Satria, bersama direksi, dan Komisaris Utama PT Loka Refractories Wira Jatim, Lutfil Hakim, didampingi direktur PT Loka Refractories Wira Jatim Aria Soebagio.
Pada sambutannya Aria Soebagio mengucapkan syukur yang sangat besar atas nikmat sepanjang tahun 2025, dimana 7,5 persen diatas target penjualan RKAP dan 70 persen profit pendapatan diatas RKAP.
“Pencapaian pendapatan itu tidak datang dengan begitu saja tapi diiringi wirid dzikir dan njagani mesin agar tidak rusak, dan kedepan segala sesuatu tidak akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Di usia ke 107 PT Loka Refractories sudah lepas landas sebagai suatu perusahaan maju, dengan melaunching inisiaasi baru yaitu “Loka Moving Forward” dengan meningkatkan kapasitas produksi, dan kompetensi SDM terutama di skill manejerial dan kompetensi teknologi.
Aria menegaskan bahwa dibanding tahun 2022 lalu saat ini wajah SDM PT Loka Refractories sudah diisi oleh kalangan muda muda, dan dengan semangat baru.
“Wajah wajah sepuh juga masih ada karena kita masih berkewajiban untuk menyelesaikan tanggung jawab pesangon dan pensiun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Aria berharap PT Wira Jatim Group, Pemerintah Provinsi Jatim, untuk bisa membantu PT Loka Refractories, melalui Bank Jatim dan Dan Pembangunan Daerah, karena masih memiliki potensi yang bagus.
“Prinsipnya adalah muter uang untuk bisnis jauh lebih berharga dan berdaya guna dibanding untuk deposito,” ujarnya.
Dalam sambutannya Komisaris Utama PT Loka Refractories Wira Jatim, Lutfil Hakim menyampaikan bahwa pada usia 107 untuk perusahaan yang lain mungkin sudah dijual, banyak contoh perusahaan swasta lain yang sudah dijual semua.
“Usi 107 ini cuman angka, kalau manusia itu semakin tua itu kan semakin tidak bertenaga, tapi namanya industri, semakin tua itu harus semakin spesialis, semakin detail, semakin presisi, semakin kuat tentunya,” ujarnya.
Lutfil menerangkan bahwa bisnis refraktori tidak bisa ditinggalkan industri, karena sangat dibutuhkan oleh perusahaan industri, terutama yang berbasis pada pemanasan mesin.
Dalam pengamatannya terdapat sekitar 2.200 pabrik besar yang bergantung pada refraktori dan ini merupakan pangsa pasar yang masih terbuka untuk PT Loka Wira Jatim.
“Jika 10 persen saja, sudah ada 200 an pabrik besar menjadi pelanggan tetap , maka PT. Loka akan menjadi lebih besar lagi, terlihat dari yang ada sekarang,” ujarnya.
Direktur Utama PT Wira Jatim, Erlangga Satriagung mengapresiasi hasil dari PT Loka atas kinerjanya mencapai laba 1 milliar lebih yang sebelumnya belum pernah tercapai.
“Yang lebih luar biasanya dicapai oleh PT Loka ini adalah, ketika mendapatkan laba tinggi sedang dalam kondisi tidak punya duit, kalau sedang punya duit, semua orang bisa,” ujarnya.
Erlangga menegaskan bahwa sebuah perusahaan, tidak mengenal kecil, menengah ataupun besar jika dikelola secara baik, dan konsisten maka akan tumbuh terus.
Ia berharap PT Loka yang memasuki usia 107 tahun, tetap dianggap masih usia 17 tahun, dan pada 2026 akan lebih baik lagi, sehingga kesejahteraan karyawan bisa meningkat lagi.
Pada akhir acara para direksi dan jajaran memberikan santunan pada anak anak yatim serta memberikan penghargaan pada karyawan terbaik. (joe)





