Inovasi Kades Grujukan Kidul, Sticker di Rumah Warga Penerima Bantuan Sosial

oleh -306 Dilihat
oleh
Contoh sticker yang siap ditempelkan

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kepala Desa (Kades) Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso,  terus berinovasi dan berusaha menunjukan keseriusan dalam penanganan pandemic covid-19.

Seiring hal tersebut, terkait adanya penyaluran bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) reguler, dan Jaring Pengaman Sosial (JPS), pihaknya tidak ingin ada penyaluran yang tidak tepat sasaran, dan terjadi kesalahan pendataan.

Oleh karenanya, Kades Grujugan Kidul, M. Namawi Siddiq, mengungkapkan, bahwa dari masing masing petugas  diharuskan untuk bekerja keras turun kebawah dan melakukan pendataan.

Disebutnya, yang terlibat dalam pendataan dari desa diantaranya dari tingkat RT,  Lembaga BPD, LPMD, Kasun, Tokoh masyarakat/pemuda, dan relawan. Selain itu, dari dampak pandemic covid_19 juga muncul wajah wajah baru yang menjadi penerima bantuan.

“Proses verifikasi sangat panjang, hingga tiga kali kami lakukan. Bersama tim RT, LPMD, BPD dan perangkat desa lainnya. Kami terjun langsung ke bawah. Sehingga data-data yang kami kirimkan itu benar benar layak penerimanya,” ungkapnya, Senin (1/6/2020).

Ia juga menyebutkan, secara teknis data yang terkumpul juga diverifikasi oleh pemerintah desa, bahkan hal tersebut dilakukan hingga tiga kali. Selain petugas, dirinya sebagai kepala desa turut melakukan pengawasan.

“Saya pun melakukan pengawasan. Apabila data yang kami kirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial tidak benar adanya, kami siap mempertangungjawabkan secara hukum,” jelas Kades tersebut.

Untuk memastikan kevalidan data yang diberikan kepada Dinsos, ia  juga menerangkan bahwa, masing-masing Kasun telah memiliki buku induk kartu Keluarga (KK), untuk memastikan kebenaran data yang diberikan.

“Jika ada warga mengajukan bansos, kita tinggal memasukkan data NIK di aplikasi. Nah, disitu kita mengetahui, bahwa mereka benar-benar tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. Dan di aplikasi itu, semua peserta juga akan muncul. Dengan adanya aplikasi ini, bantuan akan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” katanya sambil menambahkan,  sebagai langkah serius dalam pendataan, kami bersama tim telah sepakat untuk menempelkan sticker di pintu atau kaca depan rumah warga penerima bantuan sosial dari pemerintah.(tif)

No More Posts Available.

No more pages to load.