Jadi Korban Berita Hoax, IBU Malang Wadul Dewan Pers

oleh -262 Dilihat
oleh
Rektor IKIP Budi Utomo ( tengah) lakukan konsultasi dengan Ketua PWI Malangraya (kanan), Ariful Huda

MALANG, PETISI.CO – Munculnya pemberitaan dari media online yang menempatkan IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, masuk dalam dua ratus empat puluh tiga kampus yang tidak bisa ikut CPNS 2016-2017, dibantah Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko.

“IBU membantah adanya kabar tersebut, apalagi berita yang sempat muncul di dua media online masing-masing serambi banten.id dan harian guru.com,” ungkap Nurcholis.

Dan atas berita tersebut, pihak IBU sudah mengirimkan surat klarifikasi pada media online tersebut, termasuk berkirim surat pada Dewan Pers.

“Karena ini masuk ranah pemberitaan, maka pihak IBU perlu lakukan konsultasi dengan Dewan Pers, meskipun sudah mendapat klarifikasi dari media online harianguru.com, yang sudah memposting klarifikasi,” ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Nurcholis justru mempertanyakan, alasan dibelakang munculnya berita yang dianggap menyudutkan dan menjatuhkan kredibilitas IBU selaku institusi pendidikan.

“Anehnya, berita ini pernah muncul pada 2015, dimana IBU saat itu dalam kondisi yang tengah keluar dari krisis, bahkan sempat pihaknya membuat surat terbuka ke masyarakat hingga masyarakat percaya. Anehnya tahun 2017 berita ini muncul lagi di guru.com, tentu saja berita ini membuat resah para alumni IBU, apalagi ada beberapa Pemda ’termakan’ isu hoax tersebut. Keresahan inilah yang dikeluhkan oleh para alumni IBU, yang kemudian direspon dengan mengirimkan surat bantahan pada masing-masing Pemda se-Indonesia, seperti di wilayah NTT, NTB, serta Kalimantan, serta menghimbau agar para mahasiswa dan alumni termasuk orang tua mahasiswa dan calon mahasiswa tidak termakan isu tersebut,” jelasnya.

Yang pasti pihak IBU, masih menunggu jawaban atas klarifikasi dari masing-masing media yang memberitakan, bahwa IKIP Budi Utomo tidak termasuk dalam daftar kampus yang tidak bisa ikut CPNS 2016-2017.

“Kita berharap, kedepan agar masyarakat tidak termakan pemberitaan hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tentu saja melalui media, kita berharap agar masyarakat dicerdaskan dengan pemberitaan yang positif,” tandas salah satu pembina dan penasehat PWI Malang Raya ini. (idi/eka)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.