PETISI.CO
Gus Ipul saat diwawancarai wartawan
PILKADA

Jokowi-Ma’ruf Menang, Ini Kuncinya

SURABAYA, PETISI.CO – Hasil penghitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei sudah diketahui seluruh masyarakat Indonesia. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin mengungguli pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Beragam tanggapan muncul atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai ada 3 kunci kemenangan Jokowi-Ma’ruf di pilpres 2019.

Kunci yang pertama, menurut Gus Ipul adalah kinerja Pak Jokowi yang cukup bagus. Selama lima tahun memimpin Indonesia, Jokowi dinilai sukses membangun infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Ngopi di Pintu Langit, Slank Terinspirasi Bikin Lagu

“Masyarakat bisa menikmati program kerja pak Jokowi. Ini salah satu kunci kemenangan Jokowi-Ma’ruf,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di Surabaya, Kamis (18/4/2019).

Kedua, lanjutnya, NU solid dalam memenangkan Jokowi lantaran melihat sosok kiai Ma’ruf Amin. Kiai Ma’ruf menjadi pemersatu di tubuh NU. “Kiai Ma’ruf bisa membuat ulama NU utuh di pilpres tahun ini,” ucapnya.

Yang ketiga, sebut Gus Ipul, peran tokoh lokal. Para tokoh lokal memiliki banyak pengikut, sehingga mampu menghimpun suara untuk Jokowi. “Tokoh lokal itu banyak. Tapi, tak perlu disebut namanya,” kelitnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Pesan di Acara Festival Desa Nusantara 2018

Tiga kunci itulah yang mampu menumbangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019. Berdasar hitungan cepat (quick count) yang dirilis beberapa lembaga survei kemarin, Jokowi-Ma’ruf rata-rata unggul dengan selisih 9-10 persen.

Padahal, Prabowo-Sandiaga juga didukung oleh ulama, kiai dan tokoh nasional. MereK antara lain ustad Abdul Somad (UAS), mantan Pangliman TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan mantan menteri ESDM Sudirman Said.

Mantan Wakil Gubernur Jatim ini pun berharap situasi di Jatim tetap kondusif untuk ke depannya. Terlebih, kedua kubu memiliki sosok ulama yang bisa mendinginkan masyarakat.

Baca Juga :  Dialog Interaktif KarSa Dengan Pemuda Desa Bicara Desa

“Saya rasa di dua-duanya ada ulama. Di kubu Pak Prabowo ada ulama, di kubu Pak Jokowi juga gitu. Insyaallah kalau ulama kumpul akan bisa mendinginkan suasana dan menjadi panutan, akan diikuti umatnya,” kata dia.(bm)

terkait

Pengamat: Debat Capres-Cawapres Pertama Kekeringan Pesan yang Visioner

redaksi

Deklarasi Kampanye Damai Jadi Pembuka Pintu Gerbang Pertarungan Kedua Paslon Untuk Pilkada Surabaya 2020

redaksi

Marlon Martua: Kita Harus Menangkan SR Labuan

redaksi