Kades Taal Tepis Kabar Kemplang Anggaran Kesenian Rp 140 Juta

oleh

BONDOWOSO, PETISI.CO – Kabar miring berupa ketidak jelasan realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) bidang kesenian Desa Taal, Kecamatan Tapen senilai Rp 140 juta kepada beberapa kelompok kesenian tradisional di Desa Taal ditepis oleh Sutikno selaku Kades Taal.  Karena isu tersebut justru ditepis oleh Kades Taal sebagai bagian dari upaya politik jelang Pilkades mendatang.

Menindak lanjuti kabar miring tersebut petisi.co kemudian melakukan penelusuran dengan mengkonfirmasi Rusuk selaku ketua kelompok kesenian tradisional kentongan (Tong Tong ) Macan Putih Desa Taal. “Bahwa kelompok kesenian kentongan yang diketuainya tidak menerima bantuan uang sama sekali dari pemerintahan desa,“ terang Rusuk.

Ahmad Yadi selaku pembina kesenian itu mengatakan, keteranganya ini memang apa adanya.  Pihaknya tidak tahu apalagi sampai menerima dana Rp 140 juta.

“Sebab saya memang tidak tahu apapun bahkan Rusuk selaku ketua kelompok kesenian tradisional kentongan Macan Putih pernah saya tanyakan juga, apakah pernah menerima sejumlah uang dari kepala desa atau tidak. Setelah ditanyakan, memang Rusuk tidak sepeserpun menerimanya,” terangnya.

Sutikno selaku Kades Taal di rumahnya menjelaskan, ia paham akan hal ini bahkan waktu sebelumnya, sejumlah wartawan pernah bertanya kepadanya yang akhirnya dijelaskan secara detail bahwa uang Rp 140 juta yang dimaksud tersebut berupa anggaran yang dialokasikan untuk dua jenis kegiatan diantaranya bidang seni budaya dan pendidikan.

Untuk bidang seni budaya salah satu penerima pemamfaatnya yaitu kelompok kesenian kentongan (Tong Tong )  Macan Putih dimana kelompok tersebut menerima barang berupa sejumlah sepatu, kebaya, dan Odheng bahkan bass drumb termasuk microfon wearless (Mick tanpa kabel).

“Jadi secara logika mana mungkin kita anggarakan Rp 140 juta hanya khusus kesenian Tong Tong terkecuali peralatan yang dianggarkan berupa peralatan canggih baik sound system dan lainnya.

Untuk di bidang pendidikan berupa bangunan gedung PAUD di RT 15 pada tahun 2017 dan untuk 2018 juga dibangun gedung PAUD. Jadi kabar tersebut saya anggap kesalah pahaman karena tidak tahu yang sebenarnya hingga secara tidak langsung bisa timbulkan fitnah, silahkan di cross check,“ kata Sutikno. (cip)