Petisi
Kapolres dan Dandeim melepas karnaval
BERITA UTAMA PERISTIWA

Kapolres dan Dandim Hadiri ‘Bakalanpule Lamongan untuk Indonesia’

LAMONGAN, PETISI.CO – Sebagai wujud solidaritas anak bangsa Indonesia, tema “Pawai Budaya” yang diadakan Pemerintahan Desa (Pemdes) Bakalanpule Kec. Tikung Lamongan, Minggu (25/8/2019) dan diikuti kurang lebih 2.000 peserta, lebih identik dengan rasa Papua.

Iringan pawai budaya resmi dilepas oleh Kapolres Lamongan AKBP Febby Dp Hutagalung S.I.K. M.H didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0812 Lamongan Letkol. Inf. Sidik Wiyono, serta Kepala Desa Bakalanpule Ach. Zamroni.

“Inisiatif yang sangat bagus dari Kades Bangkalanpule, sehingga kami Polres Lamongan dan Kodim 0812 Lamongan ikut bergabung, karena tema Kebhinekaan Indonesia dalam waktu belakangan ini agak sedikit berkurang, hingga harus dan wajib kita angkat lagi, agar mengenal suku Jawa, Bali , Papua dll. Karena Indonesia ini sangat beragam,” ujar Febby Kapolres Lamongan.

Kapolres, Dandim dan masyarakat joget bersama

Untuk itu,  kami dari Lamongan untuk Indonesia, yang mana isu hangat tentang Papua yang sedang diangkat, kaitannya dengan disintegrasi bangsa.

“Kami mewakili Lamongan dan Indonesia, bahwa saudara kita di Papua juga adalah saudara kami di Jawa dan satu bagian dari Bangsa Indonesia yang tak terpisahkan dalam satu wadah NKRI yang beragam agama, suku, adat dan budaya,” ujarnya.

Seperti siang saat ini Minggu (25/8/2019), kata Kapolres,  kami bersama sama joget “Sajojo dan Maumere” yang mana potensi kekayaan alam dan budaya sangat beragam yang tidak di miliki oleh negara manapun.

Satu lagi pesan kami dari Lamongan, “Papua adalah Indonesia”.

“Saudara kami Papua di Lamongan pun kami jamin keamanannya, seperti saat ini Bapak Darjat Furu asal Kaimana Papua, yang sudah tinggal selama 3 bulan karena istrinya asli orang Lamongan, beliau antusias datang bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun, bersama masyarakat sekitar berbagi rasa, saling memiliki arti Bangsa Indonesia,” ungkap Febby lagi.

Maka untuk itu, sebisa mungkin sejak dini masyarakat harus diedukasi tentang keberagaman agama, adat, suku dan budaya.

“Biar kelak ketika hidup berdampingan dengan masyarakat yang beda agama dan suku, mereka sudah bisa saling bertoleransi satu sama lain,” tutup Kades Zamroni.(ak)

terkait

Oknum Guru MI NU Salafiyah Sempu Sudah Dilaporkan Ke Polisi

redaksi

Pakde Karwo Gabung Tim Bravo-5 Jatim

redaksi

Ratusan Anggota Kodim Dapatkan Sosialisasi Perbankan Bank BNI Tulungagung

redaksi