KBIH Al-Mabrur An-Nawa Tour and Travel Khilaf, Dua CJH Asal Lamongan Batal Berangkat Haji

oleh
oleh
Ilustrasi

Lamongan, petisi.co – Gegara kesalahan dari pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang beralamat kantor di Jl. Mastrip No.118, Mademadya, Made, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, dua calon jamaah haji asal Kabupaten Lamongan batal berangkat ke tanah suci tahun ini.

Pihak KBIH Al-Mabrur An-Nawa Tour And Travel, melalui sekretarisnya Suharto, mengatakan batalnya dua CJH asal Sukodadi dengan inisial SN (87) dan YN (45) itu karena adanya miskomunikasi antara pihak KBIH dengan calon jamaah.

“Memang saudari SN dipanggil untuk berangkat, dan sudah melunasi tahap pertama. Tapi karena beliau lansia atau sudah sepuh, maka didampingi oleh anaknya, yaitu saudari YN. Karena dasar pengajuan untuk bisa berangkat harus ada pendampingnya, dasarnya Lansia sudah lunas,” kata Suharto, Rabu (29/04/2026).

Suharto mengakui atas arahan KBIH, calon jamaah tersebut sudah melalui beberapa proses administrasi, hingga melakukan pelunasan pembayaran tahap dua.

KBIH berdalih, pihaknya sudah mengajukan ke Kementerian Haji dan setelah itu juga diajukan ke Kanwil dan dinyatakan diterima. Selanjutnya pendamping haji juga sudah melakukan pelunasan tahap kedua. Kesalahan KBIH diakui karena proses pelunasan tersebut tidak dilaporkan ke pihak bank.

“Namun, kami tidak ngasih tahu ke pihak bank, kalau pendamping itu sudah transfer ke rekeningnya untuk pelunasan. Sehingga pada saat pengajuan daftar rombongan ke Kanwil dan kami cek kok pendampingnya belum melunasi? akhirnya dikembalikan ke Lamongan dan saya dipanggil kantor Lamongan,” terang Suharto.

Atas kelalaian tersebut, Suharto mengakui pihaknya melakukan kesalahan dan memastikan bahwa pemberangkatan kedua calon jamaah itu, ditunda hingga tahun depan.

“Mohon maaf, kami mengaku khilaf, dan insya Allah tahun depan keduanya bisa diberangkatkan,” tukasnya.

Terpisah, Sri Rahayu keluarga dekat dari SN dan YN, mengaku kecewa terhadap pelayanan KBIH Al-Mabrur An-Nawa Tour And Travel, karena kedua keluarganya terpaksa menunda keberangkatannya ke tanah suci tahun ini. Padahal kedua calon tersebut sudah melengkapi semua persyaratan, termasuk mengikuti manasik haji.

“Padahal persiapannya sudah matang, tapi tiba-tiba ada kabar gak jadi. Padahal pembayaran sudah beres, sudah lunas, cek kesehatan juga sudah,” kata Sri Rahayu kepada wartawan.

“Kami gak tahu alasannya, karena dari pihak KBIH gak menyampaikan. Tiba-tiba bilang gak jadi gitu saja. Bahkan surat pemberitahuan resmi juga gak ada,” pungkasnya. (yus)

No More Posts Available.

No more pages to load.