Kejari Surabaya Bergerak Usut Dugaan Mafia Perizinan Dinkopdag

oleh -198 Dilihat
oleh
Kajari Surabaya, Danang Suryo Wibowo

SURABAYA, PETISI.CO – Kasus dugaan mafia perizinan di lingkungan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya ternyata menarik perhatian Korps Adhyakaa yang berkantor di jalan Sukomanunggal Surabaya. Bahkan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mulai mengusut kasus yang melibatkan oknum ASN di instansi tersebut.

“Iya benar,” ungkap Kajari Surabaya Danang Suryo Wibowo, Selasa (7/6/2022).

Suryo mengatakan, untuk saat ini Kajari Surabaya Danang Suryo Wibowo belum berani membeberkan secara rinci mengenai pengusutan perkara tersebut.

“Taseh proses, skedap (masih proses, sebentar),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tercium adanya oknum ASN di Dinkopdag Kota Surabaya diduga jadi mafia perizinan. Adanya informasi yang beredar luas dikalangan jajaran tersebut dari salah satu korban mafia perizinan mengaku ke sejumlah ASN Pemkot Surabaya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan oknum ASN tersebut.

“Jadi, korban ini sangat kecewa. Karena awalnya ketika mengurus perizinan sudah senang banget bisa mendapatkan izin outletnya itu. Tapi ternyata ketika dicoba barcode-nya tidak bisa, dan ternyata SIUP yang diberikan juga bukan milik outletnya itu, jelas ini mafia perizinan yang sudah beraksi. Satu sisi dia sudah terlanjur keluar uang, tentulah sangat kecewa,” kata narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, Senin (6/6).

Menurutnya, korban ini mengurus kepada salah satu oknum ASN di Dinkopdag yang menjanjikan bisa membereskan perizinan outletnya itu. Korban juga percaya karena oknum ini juga ikut menjadi salah satu tim saat melakukan pembinaan kepada sejumlah outlet.

“Jadi, ketika ada outlet, baik hotel atau pun restoran dan kafe yang tidak bisa mengurus perizinannya, disitulah dia mulai menjalankan aksinya. Si oknum ini mendatangi secara pribadi outlet tersebut keesokan harinya atau hari-hari berikutnya, lalu dia menjanjikan proses penerbitan surat izin, tentunya dengan nominal yang sudah dinegosiasikan. Kalau harganya deal, lalu oknum ini menjalankan aksi busuknya,” paparnya.

Ia juga yakin korban dari oknum ASN ini tidak hanya satu outlet saja. Namun, sudah ada beberapa outlet yang menjadi korbannya. Karena itulah, ia berharap pihak Inspektorat Pemkot Surabaya dan aparat untuk segera mengusut tuntas kasus mafia perizinan ini. Pasalnya, ini sangat berbahaya bagi Pemkot Surabaya ke depannya.

“Saya heran, pendapatannya sebagai ASN Pemkot Surabaya sudah banyak, kok masih tega menjadi mafia perizinan, apa dia lupa sumpah dan janjinya sebagai ASN. Sungguh miris!,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos membenarkan bahwa ada salah satu stafnya yang bermain dengan perizinan.

Namun, ia mengaku belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut karena hingga saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Iya itu benar, tapi kami mohon izin untuk mendalami dulu,” pungkas Bang Yos-sapaan Fauzie Mustaqiem Yos. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.