BONDOWOSO, PETISI.CO – Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, turun ke Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, untuk bertemu langsung dengan keempat anak yatim bersaudara yakni, Alia (13), Alisa (9) Sifa (4) dan Dela yang umurnya masih 22 bulan, guna memberikan santunan.
Kedatangan bupati tersebut, didampingi Dandim 0822 Bondowoso serta jajaran Dinas Sosial (Dinsos) dengan disambut oleh camat dan Kepala Desa (Kades) setempat, Senin (27/5/2019) di RT 04 RW 01 Desa Gubrih.
Hasil pantauan di lapangan, perjalanan bupati yang menuju rumah anak yatim tersebut, bukan mudah. sebab, mobil tidak bisa masuk, akhirnya harus naik motor sekitar 200 meter.
Selain itu, ketika sampai di lokasi, bupati harus berjalan kaki, namun hal itu tak menyurutkan niat baik orang nomor satu di Bondowoso itu.
Sesampainya di lokasi, ia langsung berkomunikasi dengan Hanati atau pengasuh empat anak yatim tersebut.
“Ibunya kemana?” tanya bupati sambil memangku Alia. Ibu saya bekerja di Kalimantan. “Yang mau pulang katanya tidak punya tiket,” jawab Alia dengan hati polosnya.
Ditempat yang sama, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Tarmudji, menyarankan kepada Hayati tersebut.
“Kalau bisa ibunya suruh pulang, suruh lebaran di sini saja. Agar bisa merawat anak-anak ini,” tutur Tarmudji.
Usai berbicara dengan keempat anak yatim itu, bupati lantas memberikan santunan kepada mereka. Usai memberikan santunan, bupati langsung meninggalkan tempat.
Tampak Hanati bersama keempat anak yatim bersaudara itu menangis haru, mungkin karena didatangi seorang pimpinan tertinggi di Bondowoso.
Untuk diketahui, bocah ini, kesehariannya ke sekolah sambil berjualan es. Dan terkadang membawa adik bungsunya bersekolah manakala sang nenek bekerja.(bang)







