PETISI.CO
Buah coklat ini menarik perhatian Gubernur Khofifah untuk memetiknya.
EKONOMI

Khofifah Dorong Pelaku UMKM Agresif Ajukan Kredit Pinjaman ke Bank Jatim

MOJOKERTO, PETISI.CO – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendorong para pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil maupun menengah agresif mengajukan kredit atau pinjaman guna mendorong pemulihan ekonomi di tengah pendemi Covid-19.

Pasalnya, saat ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim maupun Bank UMKM Jatim memiliki dana yang cukup dan siap untuk disalurkan bagi para pelaku usaha utamanya pelaku UMKM.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat bertemu sapa bersama gapoktan petani coklat di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8/2020) sore.

Di Kab Mojokerto, terdapat 1.337 orang petani coklat yang tergabung dalam 22 gapoktan di 18 kecamatan. Mereka yang biasa mengirimkan produk panen coklat mereka untuk kemudian diolah, dikemas, dan dijual dalam aneka jenis produk bernilai tinggi.

“Hari ini Bank UMKM maupun BPD Jatim memiliki dana yang siap dicairkan. Jadi saya titip pesan jika ada kelompok tani yang membutuhkan pinjaman, saya minta disegerakan melakukan pengajuan,” ujarnya.

Secara khusus Khofifah menekankan agar siapa saja yang membutuhkan dana permodalan agar dibantu untuk mengakses dalam pengajuannya. Tentunya dari pihak bank akan melakukan seleksi dan juga peninjauan tentang kelayakan.

“Saat ini, kondisi Bank UMKM maupun Bank Jatim sedang gencar melakukan penyaluran pinjaman guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari kalangan UMKM,” tuturnya.

Ditegaskan, kondisi pandemi menyebabkan kondisi bank yang sedang berupaya keras agar kredit tersalurkan. Dana pihak ketiga di BPD Jatim sekarang itu Rp 66 triliun yang tercairkan baru Rp 39 trilliun.

“Belum lagi sekarang ini Kemenkeu akan menambahkan dana stimulus Rp 2 trilliun. Saya sampaikan bahwa kalau bank terlalui likuid itu tidak bagus. Maka harus segera dicairkan,” tegasnya.

Khofifah juga mendorong agar wisata desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit ini bisa terus dimaksimalkan pengembangan wisata edukasinya. Terutama juga optimalisasi petik olah kemas jual dari produk coklat.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kanwil Kemenag Jatim dan juga Angkasa Pura. Ia ingin agar produk olahan coklat dari Mojokerto dan daerah lainnya di Jatim seperti Blitar dan Madiun bisa ikut dijual dengan menyasar jemaah haji tahun mendatang dan penumpang di Juanda.

“Dibandingkan belanja oleh-oleh coklat dari negara lain, lebih baik belanja oleh-oleh dari Jatim yang kualitas dan berkahnya juga tidak kalah,” ucapnya.

“Tinggal nanti dari sini mengkomunikasikan pada para jamaah haji, bahwa coklat di sini itu ditanam dengan bismillah, disirami dengan salawat dan dipanen dengan alhamdulillah. Jadi nggak kalah berkah lah,” tambahnya.

Di sisi lain, Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Kab Mojokerto kini mulai ramai didatangi kembali wisatawan. Para wisatawan yang datang tetap diminta untuk menegakkan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan juga mencuci tangan. (bm)

terkait

Wawalikota Batu Hadiri Grand Opening Royal Oleh Oleh Batu

redaksi

Layak Go International, Huraira Leather Bag Bersiap ke Moscow

redaksi

Walikota Batu Buka Fiesta Fair 2019

redaksi
Open

Close