Kolaborasi Petani Tuban, Pemkab, dan ExxonMobil Hadirkan Pertanian Ramah Lingkungan

oleh -160 Dilihat
oleh
Para petani di sekitar jalur pipa minyak lapangan banyu Urip di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang

Tuban, petisi.co – Petani di sekitar jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip, Kabupaten Tuban, kini punya cara baru untuk bertani. Mereka mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia, lalu beralih ke pertanian alami yang lebih ramah lingkungan.

Hasilnya tak hanya panen yang meningkat, tetapi juga terbangun sinergi untuk menjaga aset vital negara. Pencapaian itu dipaparkan dalam acara Temu Tani yang digelar di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kamis (21/08/2025).

Suasana tampak hidup ketika para petani, dengan kaus putih bertuliskan Bebarengan Urip Ayem lan Aman, mempraktikkan cara membuat pestisida nabati dari bahan-bahan sederhana seperti pepaya muda dan dedaunan.

Program ini merupakan kolaborasi antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Tuban. Selama enam minggu, petani dari enam desa Cendoro, Trutup, Kepohagung, Sumurjalak, Banjaragung, dan Sawahan mendapat pelatihan intensif.

“Selain hemat, hasil panennya lebih baik,” ujar Yafid, petani asal Desa Cendoro, Kecamatan Palang.

Menurutnya, keuntungan setelah beralih ke pestisida nabati bisa naik 20–30 persen, sementara biaya produksi untuk pestisida turun hingga 50 persen.

Bukan cuma soal hasil panen, program ini juga menumbuhkan rasa memiliki di kalangan petani terhadap jalur pipa minyak yang melintasi desa mereka.

“Kami merasa ikut bertanggung jawab. Jalur pipa ini bagian dari kampung halaman kami,” tutur Utomo, petani Desa Sawahan, Kecamatan Rengel.

Apresiasi datang langsung dari Azi N. Alam, Direktur Socioeconomic Asia Pacific & Europe, ExxonMobil Corporation, yang hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut capaian petani Tuban, bersama Bojonegoro dan Blora, bisa menjadi contoh baik untuk proyek ExxonMobil di negara lain.

“Kami terus bertumbuh bersama masyarakat di sekitar operasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Tuban, Supriyono menegaskan, program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

“Model kolaborasi seperti ini bisa berkelanjutan dan menginspirasi desa lain,” ujarnya.

Keberhasilan petani Tuban menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan swasta mampu menghadirkan solusi pertanian berkelanjutan yang bukan hanya menyehatkan tanah, tapi juga menyejahterakan petani serta menjaga keamanan aset negara. (ric)

No More Posts Available.

No more pages to load.