PETISI.CO
Komisi C DPRD Kota Malang sidak pembangunan RS.BRI Jl. Mayjen Panjaitan (Dinoyo bethek).
PERISTIWA

Komisi C DPRD Kota Malang Sidak Pembangunan RS BRI Bethek

MALANG, PETISI.CO – Pembangunan Rumah Sakit BRI yang sempat mendapat penolakan warga Dinoyo (Betek) Jl Mayjen Panjaitan Kota Malang pada Januari 2020 lalu itu, disidak lagi oleh Anggota DPRD Komisi C Kota Malang, Kamis (15/10) lalu.

Proyek pembangunan yang berlokasi di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu hingga kini masih menyita perhatian publik.

Itu karena masih adanya beberapa warga sekitar proyek yang masih belum sepenuhnya setuju atas pembangunan RS BRI itu.

Alasan itu pula yang memaksa DPRD Kota Malang turun ke lapangan guna memastikan atas laporan warga masyarakat Dinoyo Betek atas keluhannya yang kemudian diakomodir oleh Anggota Dewan Komisi C Kota Malang.

Baca Juga :  Pantau Kesiapan Pilkada, Pj Bupati Sidoarjo Bersama Forkopimda Sidak TPS

Di lokasi proyek, Fathol dari komisi C itupun memiliki beberapa catatan atas laporan keluhan warga masyarakat hal proyek pembangunan RS BRI tersebut.

Di antaranya gangguan kebisingan, rumah sekitar proyek terdapat retak retak, genteng ikut melorot, serta aktivitas dan istirahat warga terganggu sampai harus mengungsi akibat kebisingan alat berat.

Sementara itu, Widodo manager proyek RS BRI mengaku telah mengantongi izin pembangunan proyek terkait rumah sakit BRI tersebut.

Diakuinya selama proses evaluasi telah dilalui sampai pihaknya telah mendapatkan izin lingkungan.

Baca Juga :  Camat Garum Mendampingi Pj. Bupati Blitar Sidak Penambang Pasir di Kali Putih

“Proses yang ribet adalah terkait perizinan, sampai kemudian aspek bangunan dan teknis sudah sesuai setelah IMB kelar, kontraktor melakukan sosialisasi kembali. Adanya gangguan tersebut pihaknya menyadari, maka ada kompensasi dan asuransi,” paparnya.

Ditambahkan Widodo, terkait warga yang mendapatkan asuransi digolongkan menjadi ring 1, 2, 3 mulai yang berdekatan hingga dengan lokasi pembangunan yang mana itu dinilai berdasarkan musyawarah antara manager dan kelurahan.

Pihak manager siap untuk menjamin agar warga setempat dapat segera relokasi sementara proses pemasangan tiang pancang.

Baca Juga :  RM Ikan Bakar Solok Saiyo Ludes Dilalap Api

“Kami berharap nanti, saat rumah sakit ini jadi dan mulai beroperasi, tolong perekrutan tenaga kerja bisa lebih diprioritaskan,” pesan Fathol.

Sementara itu Ahmad Fuad Rahman dari fraksi PKS menambahkan, tolong keluhan warga di sini sekecil apapun difasilitasi, tidak harus wadul ke dewan.

Perlu diketahui Proyek pembangunan rumah sakit yang rencananya dibangun hingga 5 lantai itu didanai oleh Yayasan Kesejahteran Pekerja BRI. (clis)

terkait

Ponpes Tempat Santri Belajar Nasionalisme, Patriotisme dan Kebhinnekaan

redaksi

Hasil Swab Test Kedua Bupati Magetan Dinyatakan Negatif

redaksi

DPMD Bondowoso Salurkan 55 Unit Traktor Tangan Kepada Pokmas

redaksi
Open

Close