Komunitas Punk Gruduk Pemkot Kediri

oleh
Puluhan anak punk menggelar aksi demo di Balai Kota Kediri.(arya budi)

Diduga Jadi Korban Peganiayaan Satpol PP

KEDIRI, PETISI.CO – Kasus penganiayaan yang diduga dialami sejumlah anak punk, terjadi diperempatan Bence, Kelurahan Pakunden, berimbas aksi demo di Balai Kota Kediri, Senin (14/11/2016). Puluhan anak ini, meminta Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar untuk memproses secara hukum kepada pelaku, yang diduga oknum Satpol PP Kota Kediri.

Selain itu, massa yang dipimpin Revi Pandega alias Pentol, berharap kebijakan dari pemerintah kota, untuk memperhatikan nasib pendidikan mereka.

Dalam orasinya, massa menuding jika pelakunya adalah anggota Satpol PP Kota Kediri dan berniat akan membalas dendam, akan aksi yang mengakibatkan beberapa rekan mereka terkapar, beberapa hari lalu.

Menyikapi hal tersebut, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, meminta, massa tidak anarkhis dan menyerahkan kasus ini kepada polisi.

“Mohon saudara-saudara semua tidak bertindak anarkhis sendiri, bahwa anggota Satpol PP saat bertugas selalu membawa surat tugas dan kita sudah mengumpulkan anggota dan tidak ada anggota kami yang terlibat. Namun, bila anda semua tidak puas, silahkan lapor kasus ini kepada polisi,” jelas Nur Khamid.

Sementara, saat melakukan orasi usut dugaan pelaku penganiayaan, anak punk ini juga meminta pemerintah kota untuk memperhatikan nasib mereka. Bahwa, komunitas anak punk ada, lantaran tidak betah di rumah.

“Kami ingin sekolah, namun di rumah kami tidak diperhatikan oleh orang tua. Saya terakhir hanya duduk di bangku SMP hanya karena masalah keluarga,” kata Putri, asal Kelurahan Banaran Kecamatan Kota. (bud)