Napak Tilas KH. As’ad Syamsul Arifin Wujud Ingat Ketauladanan

oleh
Wagub Jatim menghadiri sekaligus melepas napak tilas nasional perjuangan KH. Asa'at di Ponpes Rroudatul Ulum Jember

JEMBER, PETISI.CONapak Tilas KH. As’ad Syamsul Arifin merupakan perwujudan dalam mengingat ketauladanan tokoh agama dalam mengusir penjajah agar Indonesia bisa merdeka. Oleh  sebab itu, kegiatan seperti ini harus diselenggarakan tiap tahun.

Demikian disampaikan  Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul saat melepas ribuan peserta napak tilas perjuangan KH. As’ad Syamsul Arifin di Pondok  Roudlotul  Ulum, Kab. Jember, Senin(14/11/2016).

Tokoh agama, ikut serta dalam memerdekan Indonesia dari belenggu penjajah.  Upaya tersebut merupakan  bagian dari  menegakkan kebenaran dengan cara yang baik.”Langkah yang dilakukan ulama  dalam memerdekakan Indonesia enak dilihat. Salah satunya melalui dakwah. Hal yang menjadi tauladan adalah, ulama berlaku dengan baik dibarengi tutur kata yang santun.  Apabila tidak dengan tutur kata yang baik, niat yang baik tidak akan menjadi baik,” ujarnya.

Para peserta napak tilas itu berasal dari berbagai penjuru Nusantara. Bahkan, ada peserta dari Negara lain yang berjalan menuju Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Banyuputih. Perjalanan yang bertujuan menghayati perjuangan almarhahum Kiai Asad Syamsul Arifin itu ditempuh selama tiga hari.Dalam acara itu hadir pula Pimpinan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah KHR. Azaim Ibrahimy yang tidak lain adalah menantu (alm) KH. Fawaid Asad Syamsul Arifin.

Gus Ipul sangat mengapresiasi acara napak tilas perjuangan seabad Kiai As’ad Syamsul Arifin. Bahkan, Gus Ipul berjanji kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun. ”Pesertanya tidak hanya dari kalangan internal ponpes atau alumni,” katanya.

Namun, pesertanya bisa dari kalangan Pemkab Jember dan wilayah sekitar. Juga harus ada peserta dari Ansor dan Banser, TNI, Polri, Pramuka, wartawan, dan pedagang kaki lima.(cw-5)